Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meresmikan peluncuran bus Trans Jatim koridor VI rute Mojokerto-Porong di Terminal Mojosari Kabupaten Mojokerto, Senin (26/5/2025).
Rute ini diharapkan meningkatkan konektivitas masyarakat di kawasan Gerbangkertasusila Jawa Timur, terutama dengan melintas kawasan industri Ngoro.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono menegaskan total ada sebanyak 15 armada yang disediakan untuk koridor VI.
Tujuh armada dari Mojokerto, dan tujuh armada dari Sidoarjo. Sedangkan satu armada lainnya untuk cadangan.
“Rute ini melengkapi lima koridor sebelumnya yang alhamdulillah selalu antusias diterima masyarakat. Berdasarkan data kami per hari Bus Trans Jatim dimanfaatkan 18 ribu masyarakat,” tegas Nyono..
Tak hanya itu, Nyono menyebut realisasi Bus Trans Jatim merealisasikan nawa bhakti satya khususnya Jatim Akses. Yang tujuannya adalah menghubungkan antar wilayah di provinsi Jawa Timur, sehingga akses transportasi dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan murah.
“Dan Bus Trans Jatim menyumbang PAD sebanyak Rp 21 miliar pada PAD dalam APBD Jawa Timur. Memang sedikit namun multiplier nya besar,” imbuhnya.
Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa bus trans jatim koridor ini adalah jawaban dari tuntutan para buruh saat aksi May Day.
“Jadi ini jawaban dari rekomendasi yang disampaikan oleh kawan kawan buruh saat May Day kemarin. Mereka meminta agar Trans Jatim bisa melintas di kawasan industri Ngoro Mojokerto, maka Bus Trans Jatim Koridor VI inilah jawabannya,” tegas Khofifah.
Ia menegaskan bahwa bus Trans Jatim saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terbukti setiap trayek bus trans jatim selalu penuh penumpang.
Layanan bus ini efektif menekan angka kecelakaan dan mengurangi kemacetan. Untuk itu ia mengajak masyarakat untuk aktif menggunakan bus trans jatim sebagai moda transportasi sehari-hari. (Ym)






