Tips Memilih Hewan Kurban Bebas PMK

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H, perhatian masyarakat mulai tertuju pada pemilihan hewan kurban yang sehat dan layak. Dalam konteks ini, kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi sangat penting. Meskipun tidak menular ke manusia, PMK tetap menimbulkan kekhawatiran karena berdampak serius pada kesehatan dan kelangsungan hidup hewan ternak.

Sebagai respons terhadap situasi tersebut, Prof. Dr. Rr. Sri Pantja Madyawati, drh., M.Si., Pakar Veteriner dan Wakil Direktur II Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, mengajak masyarakat untuk lebih mengenali gejala, bahaya, dan upaya pencegahan terhadap PMK menjelang momen kurban.

Prof. Pantja menjelaskan bahwa PMK dapat dikenali melalui munculnya lepuh-lepuh di rongga mulut dan bibir, yang mirip sariawan pada manusia, serta luka pada area tubuh luar. Dalam kasus yang parah, infeksi ini bahkan bisa menyebabkan kuku hewan ternak terlepas, menimbulkan rasa sakit dan ketidakmampuan hewan untuk berdiri atau berjalan.

“Meski tidak berisiko menular ke manusia, dampak PMK sangat serius bagi hewan ternak. Oleh karena itu, pemilihan hewan kurban yang sehat adalah bagian dari ibadah yang bertanggung jawab,” ujar Prof. Pantja, dikutip Ahad (1/6).

Untuk mencegah meluasnya penyebaran PMK, Prof. Pantja menekankan pentingnya koordinasi antara peternak, dinas peternakan, dan pemerintah daerah. Ia menyarankan penghentian sementara lalu lintas perdagangan hewan dari dan ke daerah terjangkit serta penutupan pasar hewan yang rentan menjadi tempat penularan.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya vaksinasi massal sebagai upaya jangka panjang.

“Vaksinasi terhadap PMK tidak cukup dilakukan satu kali. Diperlukan booster setiap enam bulan untuk menjaga imunitas hewan, mengingat terdapat tujuh serotipe virus PMK yang berbeda,” jelasnya.

Dalam praktik di lapangan, Prof. Pantja mengapresiasi langkah sebagian peternak di Jawa Timur, khususnya dari Probolinggo, yang rutin memberikan pakan bergizi, menjaga sanitasi kandang, dan mengajak ternak berolahraga untuk menjaga kesehatan hewan.

Ia juga menyinggung penggunaan obat tradisional di beberapa daerah sebagai suplemen alami untuk meningkatkan kekebalan hewan.

“Ramuan seperti daun kelor, meniran, dan kunyit memiliki khasiat sebagai antibiotik alami yang dapat diberikan kepada hewan ternak. Pendekatan ini baik sebagai pelengkap upaya medis,” katanya.

Lantas bagaimana tips memilih hewan kurban bebas PMK? Prof. Pantja mengimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa hal:

  • Pilih hewan dengan kondisi fisik prima: aktif, tidak lemas, kuku utuh, dan mulut bersih.
  • Pastikan hewan berasal dari peternakan bebas PMK, dan telah divaksin.
  • Beli dari pedagang terpercaya dan minta sertifikat kesehatan hewan jika tersedia. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *