Menjadi seorang guru, bukan hal mudah. Ada banyak tantangan yang dihadapi, termasuk saat menghadapi anak didik yang agak nakal. Kesabaran dan ketelatenan selalu dibutuhkan sebagai tantangan untuk mendapatkan tambahan amal ibadah.
Hal itu disampaikan H. Abdul Wasid, Kepala Kemenag Sumenep, saat menyampaikan orasi Ilmiah dalam acara Wisuda Purna Siswa di Madrasah Miftahul Ulum Batang Batang Daya, Sumenep, Jumat (27/6).
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak pada hakikatnya sangat tergantung pada guru dan wali murid. Keduanya perlu kekompakan untuk bersama-sama menjaga pendidikan anak sebaik mungkin, baik di lingkungan sekolah maupun ketika di rumah.
“Jangan sampai wali murid hanya memasrahkan anak sepenuhnya kepada guru. Jangan sampai wali murid tidak mengetahui kondisi anaknya. Dalam pendidikan anak, peran Wali Murid sangat menentukan, sehingga tidak cukup hanya dengan mengandalkan perjuangan duru di Madrasah,” tegas Abdul Wasid di hadapan ratusan wali murid dan guru Madrasah Miftahul Ulum Batang Batang Daya Sumenep.
Disamping itu, lanjutnya, Para Guru juga harus terus mengembangkan diri dengan belajar, untuk mengembangkan pendidikan dan pengetahuan untuk bisa menghasilkan anak didik yang berkualitas.
Yang tak kalah penting, lanjut Abdul Wasid, saya juga berpesan kepada para siswa yang sudah wisuda, amalkan semua ilmu yang telah kalian pelajari di Madrasah. Misalnya ilmu membaca al-Qur’an, Ilmu Fiqih termasuk cara shalat, akhlak, dan ilmu-ilmu yang lain.
“Saya doakan, semoga anak bapak ibu sekuanya menjadi anak-anak yang sholeh dan memiliki ilmu yg bermanfaat,” imbuhnya. KUR







