Hari Keempat Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, 28 Orang Belum Ditemukan

Pencarian korban kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali terus berlanjut di hari keempat, Ahad (6/7/2025).
Tim SAR gabungan hari ini menemukan satu orang penumpang dalam kondisi meninggal dunia di wilayah selatan Selat Bali.

Dengan ditemukannya satu orang korban meninggal maka jumlah korban meninggal bertambah menjadi tujuh orang. Selain itu, 30 orang ditemukan selamat dan 28 orang masih dalam pencarian.

Saat ini Tim SAR gabungan bersiap melakukan penyelaman ke bangkai kapal. Namun, operasi penyelaman masih menunggu proses finalisasi data hidrografi yang sedang diolah oleh tim dari KRI Fanildo dan pakar hidrografi.

Baca juga  2 Pesawat TNI Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

“Kita sudah mendapat arahan dan mengevaluasi dari datum yang kemarin dengan menunggu hasil data dari kapal KRI Fanildo dan tim expert dari hidrografi untuk menjadi lebih jelas lagi,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, di Banyuwangi, Ahad (6/7/2025).

Menurut Ribut, KRI Fanildo kembali akan menuju lokasi untuk menurunkan ROV (remotely operated vehicle) sekaligus mengumpulkan data visual bawah laut. Secara paralel, para penyelam profesional juga tengah menyiapkan perlengkapan serta kondisi mental sebelum terjun ke dalam laut.

“Para penyelam sedang menyiapkan alat-peralatan dan kondisi mental mereka,” katanya.

“Untuk jumlah penyelam dari yang 22 sudah di medical check up ada beberapa yang tidak bisa kita turunkan sebagai penyelam. Mungkin akan menjadi tenaga pendukung. Kemudian dari TNI AL ada tambahan 15 orang. Jadi 22 tambah 15 [penyelam],” ucapnya..

Baca juga  2 Pesawat TNI Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Selain itu, pihak Basarnas juga menyiapkan sebuah kapal tender yang serupa dengan KMP Tunu untuk mendukung operasi penyelaman. Jika seluruh persiapan rampung dan kondisi mendukung, penyelaman bisa segera dilakukan hari ini

Ribut menyatakan hal itu memunculkan dugaan adanya korban yang terjebak di dalam badan kapal. Namun dugaan itu perlu dibuktikan melalui observasi bawah laut.

“Peluang (korban terjebak di badan kapal) itu bisa saja terjadi. Saya menyampaikan mungkin patut diduga. Saya belum bisa memastikan,” kata dia.

“Itu bisa pasti manakala observasi bawah air dengan ROV sudah kita dapatkan. Kemudian kita menurunkan penyelam, mengobservasi secara fisik langsung di palka-palka dan di benda barang yang ada di situ. Karena penyelam harus turun mengecek palka-palka dan ruangan-ruangan di dalam kapal tersebut,” tambahnya. (Ym)

Baca juga  2 Pesawat TNI Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *