Kemenag Terus Lakukan Pencarian Tiga Jemaah Haji Indonesia yang Hilang

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyebut terus melakukan upaya pencarian terhadap tiga orang jamaah haji Indonesia yang hilang di Makkah.

Proses pencarian dilakukan secara masif, melibatkan berbagai pihak termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

Kepala Bidang Pelindungan Jamaah PPIH Arab Saudi, Kolonel Harun Al Rasyid mengatakan, hingga saat ini belum ada titik terang terkait keberadaan ketiga orang jamaah tersebut.

“Saya sampaikan bahwa proses pencarian kita masih terus berlangsung dengan semua pihak termasuk tim KJRI. Namun, sampai sekarang upaya pencarian masih belum menemukan titik terang ketiga jamaah kita,” ujar Harun, Senin (7/7/2025).

Baca juga  128 Calon Jemaah Haji asal Embarkasi Surabaya Gagal Berangkat

Pencarian dilakukan di berbagai tempat seperti Jabal Khandamah, Jabal Tsur, kamar mayat RS An-Noor Makkah, sekeliling hotel jamaah, kawasan Arafah dan Muzdalifah, hingga perbatasan Makkah dan al-Lith.

Selain itu, tim menelusuri rekaman CCTV, berkoordinasi dengan unsur kesehatan, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, serta kantor-kantor polisi setempat

Menurut dia, petugas haji Indonesia masih berada di Arab Saudi hingga Juli 2025 mendatang. Karena itu, pencarian terus dilakukan hingga ke rumah sakit di Makkah.

“Pencarian dengan semua unsur masih berlangsung termasuk visitasi ke rumah-rumah sakit wilayah Makkah,” ucap dia.

“Mohon doanya dan jika sudah ada perkembangan pasti akan saya infokan. Terima kasih,” kata pria yang akrab dipanggil Kolonel Harun ini.

Baca juga  Kemenhaj Perkuat Pengawasan dengan Aplikasi Kawal Haji

Adapun identitas jemaah haji yang hilang, yakni Nurimah (80 tahun), jamaah kloter PLM 19 asal Embarkasi Palembang, Sukardi (67 tahun), jamaah kloter SUB 79 asal Embarkasi Surabaya dan Hasbulah (73 tahun), jamaah kloter BDJ 07 asal Embarkasi Banjarmasin.

Sebelumnya, Harun juga menjelaskan, ketiga jamaah tersebut memiliki riwayat demensia, yang membuat proses pencarian menjadi lebih kompleks. Untuk itu, PPIH membentuk dua tim khusus yang bertugas menyisir berbagai titik di Makkah dan sekitarnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *