Kolagenta merupakan nama grup angklung yang berasal dari RW 4 Kelurahan Ketintang Surabaya. Personel grup ini mayoritas ibu-ibu pensiunan, namun karya musik yang dimainkan dari angklung terbilang luar biasa.
Salah satunya saat Kolagenta tampil mengiringi pembukaan Pameran haji dan Umrah Islamic Travel Expo majalahnurani 2025, di Atrium Royal Plaza Surabaya, pada Rabu (9/7/2025). Sekitar lima lagu yang diaransemen ulang dengan permainan angklung tersebut berhasil memukau pengunjung.
Koordinator Kolagenta, Yesurunati menceritakan awal terbentuknya grup angklung Kolagenta ini. Cikal bakalnya adalah grup angklulng Pesona Wiyata yang hanya beranggotakan ibu-ibu dari RT 04, RW 04 Kelurahan Ketintang Wiyata Surabaya. Mereka tampil perdana tepat pada kegiatan agustusan di kampung pada tahun 2022 silam.
“Sebenarnya terbentuknya Kolagenta itu berawal dari induk peratama dari pesona Wiyata. Ini terdiri dari ibu-ibu RT 04 saja. Kalau tanggal lahir kita cetuskan persis pada saat kita perform memperingati HUT RI tahun 2022. Akhirnya membangkitkan keinginan ibu-ibu seluruh RW kami untuik bergabung. Akhirnya meleburlah dari Pesona Wiyata menjadi Kolagenta,” tutur Bu Martono, pangilan akrab Yesurunati, Jumat (11/7/2025).

Ia menjelaskan, Kolagenta merupakan singkatan dari “Kolaborasi Angklung Warga RW 04 Ketintang Wiyata”. Gabungan dari RT 01 sampai RT 05 RW 04 Ketintang Wiyata Menjadi nama yang indah, yakni Kolagenta.
Ditambahkan Bu Martono, pada formasi awal hanya ada sekitar 21 orang. Mereka dibagi dalam tujuh nada, sehingga dalam satu nada ada tiga orang. Setelah melebur menjadi Kolagenta, satu nada diisi sekitar 5 orang. Sehingga total keseluruhan saat tampil sebanyak 35 orang.
“Karena sudah melebur menjadi Kolagenta, itu personelnya sampai 35 orang, bahkan kadang kalau full tim sampai 37 orang,” paparnya.
Sebagai salah satu koordinator Kolagenta, Bu Martono mengakui tidak mudah untuk menyatukan satu misi. Namun ia punya teknik tersendiri untuk bisa menyentuh hati ibu-ibu.
“Kita intens komunikasi, ada grup WA juga, kadang-kadang kita bercanda, itu sebagai salah satu sarana kita tidak ada gap (jarak),” teragnya.
Sementara soal properti, seperti dres code dan alat musik angklung, semuanya merupakan miliki pribadi masing-masing anggota.
“Dres code itu punya pribadi, angklung juga beli sendiri. Ada iuran perbulan Rp 50 ribu, untuk konsumsi kalau kami latihan dan lain-lain,” terangnya.
Kini, Kolagenta sudah rutin menggelar latihan meskipun tidak ada jadwal perform. Jadwal latihannya adalah setiap hari Sabtu pagi di pendopo RT 04.
“Kebetulan kami punya pendopo jadi kami manfaatkan untuk berlatih,” imbuhnya.
Disinggung soal koleksi lagu yang sudah diaransemen dengan angklung, Bu Martono mengaku cukup banyak dari sejumlah jenis musik, anatra lain pop, dangdut pop, campursari, lagu religi, tembang lawas dan sebagainya. Ia juga mengakui pencapaian Kolagenta sejauh ini tidak lepas dari bimbingan dari Prihyanti selaku instruktur dan coach Kolagenta.
“Memang sudah ada beberapa lagu yang kita pelajari dan ibu-ibu yang dari nol pelan-pelan mereka mulai menguasai bagaimana memainkan angklung sampai benar. Berkat ketelatenan pelatih,” tukasnya.
Kini Kolagenta mulai dikenal masyarakat luas. Sejumlah media online maupun radio sudah meliput perform Kolagenta.
“Dulu kami masih jago kandang, tapi lambat laun kita sudah mulai memperkenalkan diri untuk tampil di luar kandang kami. Salah satunya yang diundang oleh panitia pameran travel expo majalahnurani. Kami tanggal 24 nanti juga diundang peluncuran buku di Ciputra Walk,” terangnya.
“Memang semula kami hanya mengisi waktu, tapi setelah berkembang dengan latihan rutin, dan kami merasa kualitas permainan kami ada kenaikan level, kami mencoba memberanikan diri untuk perform di luar, kami siap,” pungkasnya.
Bagi pihak yang ingin mengundang perform kolagenta bisa menghubungi Bu Martono selaku koordinator di nomor hp 0817-0340-6001. (ym)






