Muhammadiyah Launching Dua Inovasi Layanan Kesehatan di Rakernas MPKU

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah di Hotel Morazen, Kulonprogo, Jumat (18/7/2025).

Dalam agenda tersebut, turut dilaunching dua inisiatif strategis Muhammadiyah di bidang kesehatan, yakni PT Mentari Medika Indonesia dan Sehatmu.

Launching ini dilakukan langsung oleh Haedar Nashir bersama Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, Agus Taufiqurrahman, dan Ketua MPKU PP Muhammadiyah, Agus Samsudin.

Haedar menegaskan, Rakernas MPKU kali ini diharapkan mampu melahirkan langkah-langkah kerja yang lebih progresif dan inklusif dalam pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga  Jelang Muktamar Ke-35, PBNU Serukan Nahdliyin Gelar Munajat dan Doa Bersama

Semua itu, lanjutnya, harus berpijak pada semangat Islam Berkemajuan yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah.

“Kita bukan akan tetapi sudah, sudah satu abad lebih menjalankan misi dakwah ini,” ungkap Haedar.

Ia mengungkapkan, Muhammadiyah merupakan organisasi Islam berbasis sistem yang kini masuk dalam empat besar organisasi keagamaan dunia dengan aset terbesar. Namun kekuatan tersebut tidak boleh menghentikan langkah dakwah sosial Muhammadiyah, khususnya dalam mewujudkan nilai-nilai Al-Ma’un dalam kehidupan nyata.

Haedar juga menyoroti pentingnya konsistensi kader dan warga Muhammadiyah dalam menjalankan sistem organisasi, yang berbeda dari organisasi lain yang cenderung berbasis tokoh atau perorangan.

“Perbaikan terhadap urusan dunia tidak boleh dilepaskan dari agenda Muhammadiyah. Kita bukan organisasi sufistik—meskipun beberapa tokohnya mengamalkan nilai-nilai tasawuf dalam hidupnya,” terangnya.

Baca juga  Gelar Sekolah Dakwah,MUI Sumenep Dorong Kemasan Dakwah Relevan Bagi Generasi Z

Dalam sambutannya, Haedar juga menyinggung perkembangan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI harus dipahami sebagai alat bantu, bukan sebagai pusat kendali kehidupan manusia.

“Manusia yang harus punya kendali terhadap AI, bukan sebaliknya. Tapi untuk itu diperlukan wawasan dan kerangka berpikir yang luas,” jelasnya.

Ia berharap Rakernas ini melahirkan langkah-langkah strategis yang tidak hanya memperkuat layanan Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA), tetapi juga memperluas jangkauan program kesehatan Muhammadiyah di luar rumah sakit dan klinik, sebagai bentuk nyata dakwah kesehatan yang sistemik dan berkemajuan. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *