Demo Ojol di Monas Ricuh

Demo massa pengemudi ojek online (ojol) di Jalan Medan Merdeka Selatan, sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (21/7) ricuh.

Massa menerobos barikade atau barrier besi yang dipasang aparat. Massa menyalakan suar atau flare.

Polisi mencoba mengamankan situasi dan memadamkan flare yang dinyalakan sebagian massa demonstran. Namun kondisinya memanae

“Mohion tidak melakukan pembakaran apapun, massa mundur,” seru Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol. Hingga jelang magrib, massa belum membubarkan diri.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono meminta tuntutannya dipenuhi. Pertama adalah negara menghadirkan UU Transportasi Online atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang diteken Presiden RI Prabowo Subianto

Baca juga  Alhamdulillah, Bansos Kuartal III 2026 Segera Cair

“Kami minta Bapak Presiden untuk bisa menghadirkan PERPPU sebagai alternatif awal, sambil undang-undang transportasi online akan dibuat oleh legislatif,” kata Igun kepada media.

Tuntutan kedua potongan bagi aplikator cukup 10 persen. Ia mengatakan dalam praktiknya, potongan aplikator melebihi 10 persen.

“Potongan biaya aplikasi diturunkan menjadi 10 persen saja, karena selama ini semenjak regulasi itu dibuat, perusahaan aplikasi ini sudah banyak memotong sampai hampir 50 persen,” ujarnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *