Garuda Buka Penerbangan Umrah Kualamanu-Jeddah, Kemenag Beri Apresiasi

Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi penerbangan umrah perdana tahun 2025.

Garuda Indonesia langsung Kualanamu-Jeddah Arab Saudi yang dibuka di Bandara Kualanamu.

“Alhamdulillah Garuda sebagai perusahaan BUMN milik negara kita sudah bisa melibatkan diri untuk antara jemput umrah dari Kualanamu-Jeddah pulang pergi,” kata Kakanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi Nasution, Senin (28/7/2025).

Menurutnya dengan dibukanya penerbangan umrah dari maskapai Garuda ini salah satu rahmat, karena ini perusahaan negara Indonesia tentunya berbeda penyambutannya dan melayaninya di Arab Saudi.

“Guruda ini punya Indonesia dan Jemaah juga dari negara kita. Maka mungkin nanti pelayanan lebih baik,kondusif dan lebih nyaman serta enak bagi jemaah,” tuturnya.

Baca juga  Kloter 1 Tiba di Debarkasi Surabaya, 378 Jemaah Wajib Cek Thermal Scanner dari Kemenkes

Untuk itu, harapan kedepan Garuda semakin tulus dan ikhlas dalam melayani jemaah. Apalagi Garuda ini sudah berpengalaman penerbangan internasional lebih-lebih membawa jemaah haji ke Arab Saudi.

“Apalagi ini mereka membawa jemaah umrah hanya beda di waktu aja dengan haji dari Bandara Kualanamu ke Arab Saudi, mudah-mudahan selamat dan sukses,” terangnya.

Kabid Haji dan Umrah Zulkifli Sitorus pada acara seremonial pemberangkatan jemaah umrah di Kualanamu menyampaikan saat ini Arab Saudi visinya melepaskan diri dari ketergantungan minyak dan fokus pada sektor pariwisata salah satunya sumber dari meningkatkan devisanya adalah haji dan umrah.

Kemudian Arab Saudi saat sedang bertransformasi bahwa sistem manajemen sistem digitalisasi sudah menjadi program prioritas mereka. Oleh karena itu, haji dan Umrah ini kita tidak bisa pindah ketempat yang lain, jadi mau tidak mau prosesi haji dan umrah ini harus yang adaptasi dan responsif.

Baca juga  Kemenhaj Perkuat Respon Cepat Tanggap Kedaruratan di Mina

“Apa yang terjadi dan berkembang di Arab Saudi. Untuk itu terkait dengan umrah sudah menjadi bisnis, dan saya tiap hari didatangi orang untuk membuat izin umrah,” sebutnya.

“Ini menjadi tantangan bagi kita kenapa? Umrah ini bukan semata mata wisata tetapi didalamnya ada nilai ibadah, maka menangani juga harus hati-hati, salah-salah, jika kita lebih cenderung nilai komersial dan mengindahkan nilai ritual bisa celaka,” sambungnya.

Maka, umrah saat ini bisnis yang menjanjikan.

“Tetapi bagi kami perlu kami sampaikan pada pihak Garuda komponen penting dari perjalanan haji dan Umrah ini adalah transportasi disamping itu akomodasi hotel, konsumsi serta lainnya. Jangan karena nilai komersial terlalu diutamakan keamanan dan kenyamanan juga terabaikan.”

Baca juga  Fase Armuzna Selesai, Timwas Haji Nilai Lebih Baik

“Maka ini menjadi prioritas kita bersama dan kami dari Kementerian Agama termasuk izin umrah yang tidak disiplin dan mencoba bermain dengan jemaah akan ditertibkan. Jangan sampai kejadian seperti baru-baru ini, ada jemaah umrah terlantar di luar negeri padahal mereka sudah bayar penuh pada travel,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *