Multi Syarikah Haji Dipertahankan dengan Penataan

Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, menyatakan bahwa sistem multi syarikah dalam penyelenggaraan haji 2025 mana dipertahankan pada haji tahun depan.

Namun demikian sistem ini menurut Wamenag perlu ditata ulang agar lebih efektif dalam mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia.

“Kita bekerja tanpa batas waktu. Penanganan sistem multi syarikah menjadi perhatian penting, karena Presiden Prabowo tidak menginginkan adanya monopoli. Sistem ini akan tetap dijalankan, tetapi harus disertai dengan penataan yang menyeluruh,” tegas Wamenag di laman Kemenag, Kamis (31/7/2025).

Menurut Wamenag, sistem multi syarikah sebenarnya memiliki potensi positif dalam mendistribusikan pelayanan secara merata dan kompetitif, namun implementasinya selama ini masih menemui kendala teknis. Salah satu langkah penataan yang diusulkan adalah penggunaan pola pembagian syarikah berdasarkan embarkasi, bukan sekadar jumlah jemaah.

Baca juga  Polemik KBIHU di Pelayanan Armuzna, Begini Kata Timwas Haji

“Kalau embarkasi Jakarta dilayani penuh oleh satu syarikah, maka koordinasi akan lebih mudah. Jika kuotanya tidak mencukupi, barulah ditambah syarikah lain. Dengan begitu, perencanaan sejak awal sudah bisa memetakan kebutuhan tenda di Arafah, menghindari kekacauan,” jelasnya.

Wamenag juga mendorong agar Badan Pengelola Haji (BP Haji) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan sistem multi syarikah, termasuk menilai kualitas masing-masing penyedia layanan. Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar penentuan mitra layanan haji di masa mendatang.

“Pelayanan jemaah tidak boleh dikorbankan karena lemahnya koordinasi. Negara harus hadir untuk memastikan bahwa setiap syarikah yang dilibatkan benar-benar mampu memberikan layanan yang layak dan memenuhi standar,” tegasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *