Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap empat terduga pelaku terorisme dari empat wilayah yang berbeda.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan penangkapan keempat pelaku teror itu dilakukan Densus 88 dalam periode 17-18 Juli kemarin.

“Densus 88 Anti Teror melaksanakan penegakan hukum terhadap tersangka kelompok teror di wilayah (Depok dan Bogor) Jawa barat, (Berau) Kalimantan Timur dan (Toli-Toli) Sulawesi tengah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8).

Penangkapan pertama dilakukan terhadap pelaku UB, pada Kamis (17/7), sekitar pukul 06.09 WITA, di Pasar Milono, Berau, Kalimantan Timur.

Baca juga  KPK Cegah 2 Tersangka Baru Kasus Kuota Haji ke Luar Negeri

Truno menyebut pelaku UB diduga terlibat secara aktif dan menjadi Ketua dalam kelompok teror yang ada di wilayah tersebut. Ia juga berperan aktif dalam pelatihan fisik.

Selanjutnya, penyidik Densus 88 juga menangkap LA pada hari yang sama di wilayah Baolan, Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Ia mengatakan LA merupakan anggota kelompok terror yang rutin mengikuti pertemuan dan pembinaan
internal.

“Kemudian tersangka MI, anggota kelompok teror yang rutin mengikuti pertemuan internal. Waktu penegakan hukum Kamis, 17 Juli 2025 sekitar pukul 07.58 WIB di Bojong Sari, Depok, Jawa Barat,” tuturnya.

Terakhir yakni tersangka YK yang berperan sebagai Kepala Bidang dalam struktur kelompok terror serta mengikuti kegiatan pertemuan organisasi. Ia ditangkap di Rumpin, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/7).

Baca juga  Polisi Gerebek Kantor Barang Impor Ilegal di Sidoarjo, Puluhan Ribu iPhone Disita

Lebih lanjut, ia mengimbau agar masyarakat dapat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Terlebih jika ada indikasi perekrutan secara terselubung yang kerap disamarkan dalam bentuk kegiatan- kegiatan sosial.

“Penangkapan terhadap tersangka memberikan fakta bahwa kelompok teror masih aktif melakukan kegiatan dan memiliki potensi ancaman, baik ancaman aksi teror maupun penyebaran paham radikalisme,” pungkasnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *