Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia sangat terasa di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya.
Ratusan siswa antusias mengikuti lomba-lomba. Mulai dari tarik tambang basah, blind volley, pasang topi/camping pada lubang tali, estafet tiup balon pada botol bekas air mineral, hingga mading relay biografi pahlawan.
Dari sekian siswa siswi, ada satu yang sangat antusias. Dia adalah Engie EN NANA, pelajar asal Prancis yang sekolah di Smamda Surabaya selama setahun.
Ini adalah kali pertama Engie mengikuti lomba hari kemerdekaan. Terlebih lomba yang menurutnya unik.
“Ini pertama kali. Unik dan menarik,” ucapnya, kemarin.

Engie mengikuti beberapa lomba sekaligus, yakni pasang topi atau camping pada lubang tali, estafet tiup balon pada botol bekas air mineral, dan mading relay biografi pahlawan yakni membuat story Raden Ajeng (RA) Kartini bersama timnya Kelas 11.3, yakni Sabrina Kanza Basita dan Nafisa Hiranya Nahla.
“Saya membuat gambar skesta Kartini. Sosok Kartini merupakan perempuan yang hebat dan luar biasa,” katanya.
Pembina Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamda Surabaya Rimba Ayu Sekar Arum menjelaskan, pihak sekolah sengaja mengajak Engie untuk mengikuti lomba mading relay ini. Selain mengenalkan para pahlawan Kemerdekaan Republik Indonesia, juga mengetahui sejarah perjuangan melalui cerita yang digambarkan tersebut.
Tiap kelompok di lomba mading mendapat tugas menggambar wajah pahlawan. Termasuk Engie yang mendapat tugas membuat mading RA Kartini. Namun, untuk kreasi pembuatannya, dibebaskan kepada masing-masing tim,” jelasnya.
Dijelaskan bahwa Engie EN NANA merupakan salah satu siswa pertukaran pelajar pada Inbound Student of Rotary Youth Exchange Program 2025.
“Ia akan mengikuti pembelajaran di Smamda Surabaya selama setahun ke depan. Tahun ini merupakan tahun ke-8 dalam menggelar program ini,” pungkasnya. (Bg)











