Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menggelar Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2025, Sabtu (23/8). Tujuannya untuk mendorong penguatan hilirisasi sektor
perkebunan kopi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Ibrahim menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemda dan dinas terkait juga fokus pada pendampingan petani, khususnya kopi. Pendampingan mencakup peningkatan kompetensi dalam pengolahan pascapanen agar produk memiliki nilai jual lebih tinggi.
Petani yang mampu mengolah kopi dengan
baik bisa menjual produknya dengan harga
lebih tinggi dibanding hanya menjual biji
mentah.
“Inilah yang kami dorong, agar kualitas
naik dan petani lebih sejahtera,” tegasnya di DoubleTree by Hilton Surabaya,
Sabtu (23/8).
Melalui sinergi lintas sektor, BI Jatim berharap hilirisasi perkebunan semakin kuat sehingga komoditas unggulan Jawa Timur tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.
Selain kopi, di pameran juga ditampilkan cokelat dan rempah rempah unggulan Jatim. Ibrahim mengakui bahwa Jawa Timur memiliki kontribusi besar dalam penyediaan produk pertanian nasional. Menurutnya Jatim merupakan produsen utama sejumlah komoditas, mulai padi, telur, daging,
bawang merah, hingga cabai.
“Untuk kopi, produksinya mencapai hampir separuh dari total produksi kopi di Jawa. Sementara rempah-rempah juga berkontribusi signifikan,” kata Ibrahim.
Oleh sebab itu, event tahunan JCFF bukan
sekadar pameran, tetapi langkah awal untuk memperkuat rantai nilai perkebunan.
Dia menekankan pentingnya tindak lanjut berupa business matching, pengembangan
perdagangan, dan dukungan pembiayaan agar sektor kopi, cokelat, dan rempah di Jawa Timur dapat tumbuh berkelanjutan. (Bg)






