Massa aksi damai menggelar perpustakaan jalanan di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/9). Mereka menamakan gerakan kolektifnya dengan sebutan ‘Membaca Melawan’.
Buku-buku yang dipajang bertemakan isu sosial dan politik. Misalnya, buku bertemakan perjuangan kemerdekaan Palestina, Catatan Seorang Demonstran oleh Soe Hok Gie, hingga buku-buku bertemakan ‘September Hitam’.
Salah satu anggota Membawa Melawan, Ichan menyatakan bahwa gerakan literasi sangatlah penting. Ia menyampaikan bahwa ini juga bukan kali pertama mereka menggelar perpustakaan jalanan.
Sebelumnya, mereka juga melapak saat demonstrasi menolak RUU TNI di DPR beberapa waktu lalu.
“Karena kami rasa membaca adalah bagian perlawanan tapi akses membaca sulit di Indonesia karena satu sisi buku mahal dan akses sulit, apalagi buku perlawanan,” kata Ichan di lokasi.
Ia mengatakan maksud mereka membuka lapak perpustakaan jalanan ialah bahwa seluruh warga negara berhak mendapatkan literasi yang memadai.
“Adanya lapak ini tuh supaya saat orang-orang lelah berdiri dan segala macamnya bisa istirahat sambil membaca,” katanya.
Pada hari ini, Aliansi Perempuan Indonesia menggelar aksi damai di depan Gedung DPR, Jakarta.
Mereka menggelar aksi tepat di depan gerbang utama kompleks parlemen.
Massa aksi kompak mengenakan baju bernuansa pink. Di lokasi terpantau banyak juga aksi kolektif membagikan makanan dan minuman gratis kepada massa aksi.
Terdapat sekitar ratusan massa aksi yang hadir ke lokasi yang didominasi oleh kaum perempuan. (Bg)










