Khofifah: Jatim Siap Jadi Pusat Pendidikan Vokasi Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim siap menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi nasional. Penguatan dilakukan melalui ekosistem talenta, sertifikasi kompetensi, kemitraan industri, hingga jejaring internasional.

“Ijazah saja tidak cukup. Dunia usaha dan industri butuh kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan itu disampaikan Khofifah di hadapan delegasi Olimpiade Vokasi Indonesia OLIVIA XI 2026. Hadir rektor, dekan, akademisi, guru besar, delegasi perguruan tinggi dari berbagai provinsi, serta tamu mancanegara.

Khofifah memaparkan Jatim telah membangun ekosistem vokasi yang komprehensif. Mulai dari pembinaan talenta sejak sekolah, peningkatan kompetensi guru, sertifikasi keahlian, penguatan kemitraan dengan DUDIKA, hingga perluasan jejaring internasional lewat magang, beasiswa, dan penempatan kerja luar negeri.

Baca juga  Khofifah Ingatkan Pentingnya Kurangi Penggunaan Gawai pada Anak

“Kalau tadi disampaikan Pak Rektor Unesa soal vokasi Jawa Timur, Insya Allah Jawa Timur sudah layak menjadi referensi pendidikan vokasi di Indonesia,” ujarnya.

Keberhasilan itu, kata Khofifah, hasil komitmen Pemprov Jatim bersama perguruan tinggi dan DUDIKA dalam membangun pembinaan talenta berkelanjutan. Salah satu buktinya, Jatim mempertahankan predikat juara umum Lomba Kompetensi Siswa LKS Nasional selama 4 tahun berturut-turut.

Prestasi itu ditopang sistem pembinaan terintegrasi. Sehingga peserta didik mendapat pembinaan berkesinambungan dan potensi berkembang optimal.

Capaian vokasi Jatim juga terlihat dari perluasan akses kerja internasional. Hingga kini 4.915 siswa SMK Jatim sudah magang dan bekerja di 13 negara.

Selain SMK, Khofifah juga menyorot Program SMA Double Track yang membekali siswa SMA dengan keterampilan vokasional dan kewirausahaan.

Baca juga  Kebakaran di Bromo Meluas Hingga Probolinggo, BPBD: Capai 7,9 Hektare

“Kalau anak bertalenta bertemu mentor dan ekosistem yang tepat, mereka akan jadi kekuatan besar bagi Indonesia,” katanya.

Khofifah mengajak perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan industri terus memperkuat kolaborasi. Tujuannya membangun ekosistem vokasi yang adaptif terhadap teknologi, kebutuhan pasar kerja, dan tantangan global.

“Melalui kolaborasi yang kuat, saya optimis semakin banyak talenta muda Indonesia lahir dari pendidikan vokasi dan jadi motor penggerak kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *