Dokter NU Didorong Terlibat Dalam Ketahanan Kesehatan Nasional

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), dr. Muhammad S. Niam, mendorong para dokter di lingkungan NU untuk terlibat dan menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

Hal ini ia sampaikan saat Pembukaan Nahdlatul Ulama Medical Summit 2025 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDNU di Avenzel Hotel & Convention, Cibubur, Jawa Barat, pada Sabtu (27/9/2025).

Dalam sambutannya, dr. Niam menguraikan empat aspek makna ketahanan kesehatan nasional. Aspek pertama yakni terpenuhinya tenaga medis yang mampu menjawab tantangan sosial masyarakat.

“Kita tidak hanya dituntut kompeten dalam ilmu medis, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan kesadaran sosial yang tinggi. Sebagai dokter yang berakar pada tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, kita membawa nilai kasih sayang, rahmah, keadilan, serta pengabdian atau khidmah,” katanya kepada sejumlah hadirin. Aspek kedua yang menjadi parameter ketahanan kesehatan nasional, menurutnya, terkait dengan penyediaan farmasi dan alat kesehatan. Penyediaan ini memengaruhi kadar ketergantungan Indonesia terhadap negara lain.

“Di sinilah dokter NU, melalui riset, inovasi, dan jejaring kolaborasi, harus mendorong kemandirian industri kesehatan dalam negeri,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya, ketahanan kesehatan nasional juga harus menyangkut perbaikan sistem pelayanan kesehatan yang merata dan adil. Hal ini, menurut Gus Niam, menjadi syarat mutlak ketiga dalam ketahanan kesehatan nasional.

Ia pun menegaskan bahwa perwujudan ketahanan kesehatan nasional dapat dicapai manakala hidup sehat telah menjadi budaya di tengah masyarakat. Oleh karenanya, ia mengajak sejawatnya untuk berjejaring dengan lembaga-lembaga di lingkungan NU guna membangun literasi kesehatan.

“Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit, tetapi juga perilaku masyarakat,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *