Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Masih Berlangsung, Polri Terima 153 Sampel DNA

Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan Pusdokkes Polri telah menerima 153 sampel DNA korban gedung ambruk Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Sampel DNA ini menjadi salah satu unsur penting dalam proses identifikasi jenazah korban yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Total sampel DNA yang kami terima itu 153, terdiri dari 88 sampel DNA dari keluarga korban yang ante mortem dan 65 sampel DNA dari post mortem dari korban yang ditemukan,” kata Kepala Biro Labdokkes Pusdokkes Polri Brigjen dr. Sumy Hastry Purwanti kepada wartawan, Rabu (8/10).

Dari ratusan sampel DNA itu, kata Hastry, 22 di antaranya telah teridentifikasi dan termasuk dalam 34 korban yang sudah berhasil diidentifikasi.

Baca juga  Layanan Ekspedisi TransJatim Hadir di Malang Raya

Hastry menyebut pemeriksaan sampel DNA ditargetkan bisa rampung dalam waktu dekat, sehingga proses identifikasi korban bisa segera diselesaikan.

“Semoga 3 hari ke depan kami bisa selesaikan semua pemeriksaan DNA dan tidak ada lagi kiriman dari TKP ya, dari pondok pesantren. Mohon doanya karena memang keberhasilan pemeriksaan DNA kami ditunggu oleh keluarga di sana,” tuturnya. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *