Muhammadiyah Akselerasi Gerakan Makan Bergizi Nasional,

Sejak ditandatangani MoU antara Badan Gizi Nasional RI dengan Muhammadiyah, maka Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan akseelrasi bergerak cepat dengan membentuk Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah untuk mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan potensi Muhammadiyah mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program strategis dan prioritas Presiden Prabowo Subianto.

M. Nurul Yamin, Ketua Koordinator Nasional Makan Bergizi Muhammadiyah menegaskan bahwa program MBG sejalan dengan spirit dakwah Muhammadiyah sebagaimana tercantum di dalam Alquran Surat Al Maun.

Lebih lanjut dikatakan Yamin, bahwa pada kesempatan ini akan dilaunching 125 SPPG atau Dapur yang telah selesai pembangunan dan siap beroperasi, maupun yang telah beroperasi.

Baca juga  Presiden Prabowo Sumbang 18 Sapi Kurban di Sulawesi Tenggara

“Sementara itu juga masih terdapat 150 Calon SPPG atau Dapur yang masih dalam proses penyelesaian pembangunan, dan siap diresmikan bulan November 2025,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Launching Nasional Tahap Kedua SPPG/Dapur Muhammadiyah ini akan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana pada 24 Oktober 2025 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

“Dalam pelaksanaan MBG ini Muhammadiyah lebih menekankan pada kualitas dan tata kelola yang baik, dengan terus mengakselerasi dan meningkatkan jumlah SPPG atau Dapur secara signifikan,” jelas Yamin.

Dalam praktik program MBG ini, Muhammadiyah mengembangkan lima model SPPG atau Dapur diantaranya, model dapur sekolah, model dapur umum, model dapur pesantren, model dapur panti asuhan dan model dapur kampus.

Baca juga  Ketum Muhammadiyah Dorong Perbankan Syariah Kuatkan UMKM

“Program MBG ini harus dilaksanakan dengan tatakelola yang profesional dan amanah sebagai wujud pengabdian pada bangsa dan agama, dan melayani dengan sepenuh hati. Menghindari perbuatan tercela dalam pengelolaan yang bertentangan dengan akuntabilitas, termasuk dalam pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan,” jelas Yamin. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *