Kepala Kemenag Sumenep: IPARI Harus Menjadi Bagian dari Solusi Keluarga

Masalah perceraian dalam rumah tangga perlu mendapatkan perhatian penting semua pihak. Perceraian yang terus meningkat tidak bisa dipandang sebagai sebuah persoalan yang biasa, melainkan harus disikapi sebaik mungkin. Dalam hal ini, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) harus menjadi bagian dari solusi keluarga.

Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, H. Abdul Wasid, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Workshop Asmara Baiti Jannati (ASBAJAN), yang diselenggarakan oleh IPARI Sumenep, Kamis (23/10).

Dalam acara yang diikuti oleh ratusan peserta Penyuluh Agama Islam se Kabupaten Sumenep ini, Abdul Wasid menegaskan agar IPARI harus ikut serta memberikan kontribusi dalam menyelesaikan masalah keluarga, untuk menekan angka perceraikan dan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca juga  Haflatul Wada’ SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo Jadi Ajang Pelepasan, Doa dan Penguatan Masa Depan Lulusan

“Selama ini, Perceraian yang terjadi bersumber dari beberapa faktor, diantaranya adalah diawali dari kasus KDRT dari masing-masing pasangan,” terang H. Abdul Wasid.
Untuk menyikapi persoalan tersebut, lanjut Abdul Wasid, tentu bukanlah hal sepele. Dalam hal ini, IPARI harus melakukan upaya-upaya strategis dan matang untuk ikut serta berperan aktif dalam menekan angka perceraian dan masalah KDRT.

“Dalam menyikapi keluarga ini, mari kita lakukan upaya-upaya semaksimal mungkin, dengan diniatkan ibadah,” imbuhnya.
Sementara itu, menurut Faishal Rimzani, ketua Panitia Workshop Asbajan IPARI Sumenep, bahwa output dari kegiatan Workshop Asbajan diharapkan dapat mendorong peran penting para Penyuluh Agama di setiap kecamatan di Kabupaten Sumenep dalam melakukan penguatan keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Baca juga  Arcadia 37 Resmi Dilepas, SMAYDAS Antar Lulusan dengan Haru dan Prestasi Membanggakan

“Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, kami juga melakukan Kerjasama dengan lembaga-lembaga konseling yang ada di kabupaten Sumenep, khususnya dalam menyikapi masalah-masalah keluarga,” terang Faishal.

Dalam hal ini, lanjut Faishal, peserta Workshop Asbajan, nantinya juga akan diberikan Bimtek khusus dengan diberikan bekal secara intensif, untuk lebih memaksimalkan peran dan fungsi Penyuluh Agama di masing-masing kecamatan, se kabupaten Sumenep. KUR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *