Menteri Amran Sebut Ada Pihak Bermain Harga Beras Sebabkan Kerugian Masyarakat

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik permainan harga di sektor pangan, khususnya beras, yang menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan memicu inflasi.

Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menjelaskan meski produksi pangan nasional meningkat dan stok dalam kondisi tertinggi, masih terdapat anomali harga di pasar. Fenomena itu terjadi karena ada pihak yang memanfaatkan distribusi untuk meraup keuntungan tidak wajar.

“Terkadang ada orang yang memainkan dan mengambil keuntungan di masyarakat, dan mengambil keuntungan tidak kecil. Beras kemarin kita tunjukkan bahwasannya mengambil keuntungan kurang lebih, bukan keuntungan sih. Karena dikatakan premium padahal itu beras menir, dan itu sudah tersangka 46 orang,” kata Amran kepada media, Rabu (5/11).

Baca juga  Menteri Bahlil: RI Tak Lagi Impor Solar

Ia memaparkan hasil pengujian mutu beras menunjukkan kadar beras patah pada produk yang dijual sebagai beras premium mencapai 33-59 persen. Padahal, batas maksimal beras patah untuk kategori premium seharusnya hanya 14,5 persen.

Dalam paparannya, dari 10 merek yang diuji, semua memiliki kadar beras patah jauh di atas batas wajar, bahkan hingga hampir 60 persen. Akibatnya, beras yang seharusnya layak dijual Rp12 ribu per kilogram (kg) justru dilepas ke pasar dengan harga Rp17 ribu per kg.

“Katakanlah harganya Rp12 ribu, harusnya harganya Rp8.000, itu dijual Rp17 ribu. Kerugian konsumen, kalau 2 juta (ton) saja, itu Rp10 triliun,” ujar Amran. (Bg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *