Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan pelatihan bagi ribuan penjamah makanan untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna meningkatkan kualitas makanan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Suardi Samiran Sabtu (22/11) mengatakan, pelatihan digelar di tiga lokasi secara serentak.
“Hari ini ada tiga lokasi, kurang lebih tujuh ribu orang (penjamah). Dari Makassar, Bulukumba, dan Wajo. Penjamah ini ada relawan-relawan yang direkrut untuk menjadi juru masak,” ujar Suardi.
Selain itu ada akunting yang mengatur, membuat neraca pembelanjaan dan penerimaan keuangan, termasuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), dan Kepala SPPG turut dilatih meningkatkan kualitas makanan.
Pelatihan ini dilaksanakan antara lain untuk menekan kesalahan membuat makanan, termasuk meminimalisir makanan rusak yang memicu keracunan. Selain itu, juga bertujuan agar semua sistem dan tahapan pengolahan hingga penyajian makanan Program MBG dapat berjalan sesuai dengan ketentuan.
“Sudah pasti itu penekanan yang tadi saya sampaikan. Wajib higienis, wajib sehat, dan sesuai dengan ketentuan. Termasuk di dalamnya supaya tidak terjadi, muncul reaksi dari zat (beracun) di makanan,” tutur Suardi.
Suardi menekankan, pengolahan makanan khususnya MBG ini tidak boleh dilakukan serampangan atau asal jadi. Khususnya sayur, yang tidak dapat disimpan terlalu lama.
“Karena sayur itu kalau disimpan terlalu lama menghasilkan (senyawa) nitrit. Jadi, tidak boleh diolah asal-asalan. Pengolahan harus tepat. Tidak boleh juga diolah lama, disimpan lama,” katanya. (Bg)






