Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Habibur Rochman atau yang akrab disapa Gus Habib mendorong pemerintah memperhatikan peternak kecil terhadap rencana investasi BPI Danantara yang mencapai Rp20 triliun untuk membangun ekosistem peternakan ayam terintegrasi.
Gus Habib yang berasal dari Kabupaten Mojokerto tersebut menilai rencana besar Danantara tersebut dapat membawa manfaat bagi sektor peternakan nasional, namun tetap membutuhkan pengawalan serius dari pemerintah agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi peternak kecil.
“Langkah ini baik untuk mengurangi ketergantungan peternak kecil pada kelompok usaha besar. Namun, kementerian harus memikirkan mekanisme penyerapan yang tepat agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Gus Habib dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Komplek Parlemen, di Jakarta, dalam keterangan tertulis, Rabu (26/11/2025).
Gus Habib yang juga putra ulama besar Prof Dr KH Asep Syaifudin Chalim Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto ini mengingatkan bahwa pembangunan rantai produksi berskala besar mulai grandparent stock, DOC, hingga pembuatan pakan ayam harus dikawal melalui regulasi yang jelas. Ia menegaskan pentingnya memastikan investasi tersebut tidak mematikan ruang gerak peternak kecil yang selama ini menjadi tulang punggung produksi ayam mandiri.
“Jangan sampai nantinya justru terjadi persaingan yang tidak adil dengan peternak rakyat. Regulasi harus hadir agar semua pihak mendapatkan manfaat,” tegas politikus NasDem itu.
Gus Habib juga menyoroti besarnya kebutuhan nasional yang harus dipenuhi, terutama untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan pasokan 700 ribu butir telur dan 1,1 juta ton daging ayam setiap harinya. Ia menilai investasi besar semacam ini bisa menjadi solusi jika dirancang dengan matang.
Dalam forum tersebut, Habib meminta Kementerian Pertanian memaparkan secara detail bagaimana proyek investasi Danantara akan dijalankan, termasuk pola distribusi, strategi integrasi, serta pendampingan bagi peternak rakyat agar mereka tetap memiliki akses pasar yang layak.
Menurutnya, suntikan dana Rp20 triliun itu berpeluang menguatkan produksi nasional, tetapi hanya akan efektif apabila disertai pengawasan regulatif dan perlindungan bagi peternak skala kecil.
Gus Habib berharap investasi raksasa tersebut dapat menjadi model integrasi industri yang modern namun tetap berpihak kepada pelaku usaha kecil, sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.(ym)






