Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera memicu banjir dan longsor. Data sementara, di Sumatera Utara saja, 12 kabupaten/kota terendam.
Polri mencatat total 212 orang menjadi korban, terdiri dari 43 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 lainnya masih dalam pencarian.
“Jumlah korban meninggal dunia 43 orang dan korban hilang 88 orang. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.168 orang,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, Kamis (27/11).
Dia menyebutkan tercatat 221 kejadian bencana alam dengan rincian tanah longsor sebanyak 119 kejadian, banjir sebanyak 90 kejadian, pohon tumbang 10 kejadian dan angin puting beliung sebanyak 2 kejadian.
“Bencana alam tersebut tersebar di Kabupaten Mandailing Natal, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Serdangbedagai. Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Nias, Tapanuli Selatan, Humbahas, Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Langkat,” jelasnya.
Bencana paling banyak terjadi di wilayah Tapanuli Utara. Tercatat jumlah bencana alam yang terjadi sebanyak 54 kejadian dengan rincian longsor 40 kejadian, banjir sebanyak 12 kejadian, pohon tumbang sebanyak 2 kejadian. Akibat kejadian itu korban luka luka sebanyak 1 orang, meninggal dunia 9 orang dan korban yang belum ditemukan sebanyak 31 orang.
“Kemudian disusul Tapanuli Tengah dengan bencana alam sebanyak 44 kejadian dengan rincian longsor sebanyak 13 kejadian dan banjir sebanyak 31 kejadian. Korban meninggal dunia sebanyak 4 orang dan belum ditemukan sebanyak 3 orang,” jelasnya. (Bg)






