Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengirimkan ribuan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ke Aceh Tamiang. Ini merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang di Pulau Sumatra.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memberikan arahan kepada 1.138 praja sebelum mereka berangkat ke lokasi bencana. Prajurit IPDN yang memakai seragam lengkap mendengarkan secara seksama arahan dari orang nomor satu di Kemendagri itu.
“Ini adalah misi kemanusiaan menolong saudara kita terdampak,” ujarnya, Ahad (4/1/2026).
Menurut Tito, berbagai tugas menanti para praja selama berada di Aceh Tamiang.
Di antaranya membantu pembersihan dari material banjir bandang yang melanda daerah tersebut. Para praja juga diminta membantu memulihkan pelayanan pemerintahan yang belum maksimal pascabencana banjir bandang.
Mendagri menekankan selain misi kemanusiaan, keberadaan praja di lokasi bencana juga untuk mempraktikkan ilmu yang telah diajarkan di kampus. Menurut dia, inilah saatnya mereka menyosialisasikan ilmu-ilmu yang diperolehnya kepada masyarakat.
“Adik-adik sosialisasikan belajar ilmu pemerintahan, praktikkan bersama ASN Kemendagri,” ucapnya. Yaitu dengan membantu menghidupkan pemerintah kabupaten, desa, dan dukcapil yang tidak berjalan.
Para praja IPDN akan berada di lokasi bencana selama satu bulan. Tito berpesan agar mereka menjalankan tugas dengan baik dan menjaga nama baik almamater.
“Saya berharap adik-adik siap satu bulan berada di Aceh, praktikan, bantu, dan jangan membuat masalah,” katanya menegaskan. “Jaga dan bawa nama baik IPDN, Bhineka Nara Eka Bhakti (walaupun berbeda-beda, tetap satu pengabdian).”
Wakil Mendagri, Bima Arya Sugiarto, mengingatkan kembali arahan Menteri Tito terkait pemulihan pascabencana.
“Mereka akan membantu proses percepatan aktivivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana,” ujarnya.
Bima juga menyampaikan terima kasih untuk maskapai Lion Air Group yang memfasilitasi para praja. “Terima kasih untuk kolaborasinya,” ujarnya.
Ribuan praja diberangkan ke Aceh Tamiang secara bertahap, dengan gelombang pertama telah tiba di lokasi sebanyak 413 orang. Gelombang kedua dan ketiga masing-masing akan diberangkatkan pada Ahad (4/1/2026) dan Senin (5/1/2026), sehingga total praja 1.138 orang. (Ym)






