Ratusan penarik becak lanjut usia di Blora mengapresiasi atas bantuan becak listrik Presiden Prabowo Subianto, Ahad (4/1/2026).
Bantuan tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional atau GSN.
Salah satu penerima bantuan ialah Sukri, penarik becak lansia asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Ia mengaku bersyukur usai menerima becak listrik di halaman Rumah Dinas Bupati Blora.
“Terima kasih Bapak Prabowo telah memperhatikan kita sebagai tukang becak ontel,” ujar Sukri.
Ia berharap becak listrik tersebut bermanfaat dan mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Yayasan GSN hingga kini telah menyalurkan lebih dari 5.000 unit becak listrik. Bantuan diberikan kepada penarik becak lansia yang masih aktif bekerja di sektor informal.
Program tersebut bertujuan meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan produktivitas penerima manfaat. Becak listrik dinilai lebih ramah bagi lansia dibanding becak kayuh konvensional.
Di Kabupaten Blora, sebanyak 100 unit becak listrik telah dibagikan kepada penarik becak terdata. Pendataan penerima dilakukan oleh Dinas Sosial setempat.
Sukri mengungkapkan, menarik becak ontel kerap menguras tenaga, terutama di jalan menanjak. “Kalau naik harus dorong, sudah tua,” katanya.
Ia menyebut pendapatannya sebagai penarik becak kayuh maksimal Rp40 ribu per hari. Bahkan, menurutnya, ada hari-hari tanpa mendapatkan penghasilan sama sekali.
Sukri berharap becak listrik membuatnya mampu bekerja lebih lama dan memperoleh penghasilan lebih baik. Ia juga ingin menggunakan hasilnya untuk membantu biaya pengobatan sang istri.
“Alhamdulillah, matur nuwun Pak Prabowo,” ujar Sukri. Ia berharap bantuan tersebut membawa manfaat bagi keluarganya.
Ucapan terima kasih serupa disampaikan penarik becak lansia lainnya, Slamet Riyadi, asal Blora. “Semoga Bapak sehat selalu,” kata Slamet.
Slamet mengaku telah menarik becak selama 45 tahun untuk menghidupi keluarganya. Ia berharap becak listrik memudahkannya mencari penumpang yang kini semakin berkurang. (Ym)












