Silaturahim dengan Ulama dan Dubes Luar Negeri, MUI Serukan Umat Jaga Persatuan Global

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar silaturahim terbatas bersama sejumlah Ketua ormas keagamaan, Wakil Menteri Luar Negeri RI, dan Duta Besar Yaman dan Arab Saudi untuk Indonesia.

Silaturahim yang digelar Senin (5/1/2026) malam itu digelar guna mendikusikan kondisi konflik global terkini.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan bahwa MUI merasa prihatin dengan banyaknya konflik yang melibatkan sejumlah negara, mulai dari Amerika, Eropa, hingga negara-negara Timur Tengah.

“Semalam kami diskusi terbatas dengan Wamenlu, Dubes Yaman, Dubes Saudi, lalu Ketua-ketua Ormas untuk membangun ukhuwah. Bahwa dunia ini sekarang tidak sedang baik-baik saja di Amerika seperti peristiwa di Venezuela,” kata Kiai Cholil, di Jakarta, Selasa (6/1/2026) di Jakarta.

Baca juga  PP Muhammadiyah Buka Seleksi Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026 untuk Angkatan Ketiga

Tidak hanya itu, terjadi juga pengeboman senjata oleh Arab Saudi di Yaman yang menandakan adanya benih konflik dengan Emirat Arab. Begitu pula konflik di Sudan, bahkan terjadi di negara di Asia Tenggara seperti di Thailand dan Kamboja.

Menurut Kiai Cholil, konflik global ini banyak diwarnai oleh kepentingan ekonomi, di samping juga membonceng kepentingan ideologis dan keagamaan. Dengan itu, tidaklah mustahil konflik dunia juga merambat ke Indonesia.

“Maka kita melihat sekarang dunia sedang diancam oleh konflik. Oleh karena itu posisi kita lihat dari konflik dunia tidak mustahil akan merambat ke Asia Tenggara termasuk juga ke Indonesia,” lanjutnya.

Pada posisi inilah, Kiai Cholil menyerukan agar Indonesia terus merawat bangunan persatuan. Sebagai penduduk mayoritas, umat Islam berkewajiban untuk terus membangun persatuan di tengah perbedaan yang ada.

Baca juga  Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Iduladha pada 17 Mei 2026

Ia pun menyinggung keberhasilan penduduk Indonesia dalam menjaga kerukunan internal melalui konstitusi. Ada Pancasila yang bisa menyatukan perbedaaan dari berbagai ras, budaya, dan golongan.

“Kita sudah bisa membangun kekuatan di internal kita melalui konstitusi kita. Ada Pancasila yang bisa menyatukan berbagai ras, kolongan, dan seterusnya,” paparnya.

Kendati demikian, Kiai Cholil juga mengingatkan bahwa perbedaan di Indonesia menjadi potensi besar untuk menyulut perpecahan.

“Nah di sinilah umat Islam yang kita punya kesatuan ideologi, punya kesatuan pandang untuk bersatu minimal pada regional negara yang sendiri. Hindari perpecahan, bangun persatuan. Begitu juga kita saling membantu umat di tempat lain,” ujar Kiai Cholil

Silaturahim terbatas itu menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, Dubes Arab Saudi Faisal bin Abdullah H Amodi, Dubes Yaman Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas, Ketua Umum Al- Irsyad Al Islamiyah Prof Faisol bin Madi, Ketua Umum Wahdah Islamiyah KH Zaitun Rasmin, Ketua Umum PP PERTI Buya Syarfi Hutauruk, dan pendakwah Ustadz Abdul Somad. (Ym)

Baca juga  Indeks Kerukunan Beragama di RI Capai 87 Persen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *