Pemerintah menerbitkan izin pembukaan 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran untuk memperkuat layanan kesehatan nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto dalam pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan 1.000 akademisi di Istana Negara, Jakarta.
Brian menyebut kebijakan itu merupakan arahan Prabowo kepada Kemendikti Saintek bersama Kementerian Kesehatan.
“Kementerian Kesehatan telah menerbitkan 156 izin prodi spesialis baru, 126 prodi spesialis dan 30 prodi subspesialis,” ujar Brian Jumat (16/1).
Ia mengatakan, kebijakan tersebut berdampak langsung pada peningkatan jumlah mahasiswa kedokteran. Pada awal 2026, total penambahan mahasiswa baru tercatat mencapai 3.150 orang.
“Saat ini terdapat sekitar 5.000, sehingga total menjadi 8.650 mahasiswa,” kata dia yang sebelumnya dikenal sebagai akademisi ITB itu.
Indonesia kekurangan 100 ribu lebih dokter
Dalam pertemuan dengan para akademisi itu, Prabowo salah satunya membahas strategi percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter nasional yang saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari 100 ribu orang.
Pernyataan Prabowo dalam forum tertutup itu diterangkan kembali oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan. Pras ditanyai para wartawan terkait sejumlah topik yang dibahas dalam pertemuan tertutup Prabowo bersama 1.200 tamu undangan dari kalangan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut.
“Yang berdasarkan data, kita masih kekurangan hampir di atas 100.000 dokter. Kita harus cari cara bagaimana untuk bisa mempercepat pemenuhannya,” ujar Prasetyo. Bg







