Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti prihatin atas maraknya kasus kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan. Ia mengaku sering menerima laporan mengenai kekerasan di berbagai tingkatan dan jenis pendidikan.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa dirinya kerap menerima laporan kekerasan melalui berbagai platform media sosial. Bahkan, sebelum menghadiri acara di Klaten, ia menerima kiriman video kekerasan dari seorang mantan diplomat senior.
“Saya menerima banyak sekali kiriman video atau Instagram dan berbagai media sosial yang isinya berupa kekerasan-kekerasan di berbagai level dan jenis pendidikan,” kata Abdul Mu’ti saat acara Wisuda Akbar Festival Al Qur’an MBS (Muhammadiyah Boarding School) Klaten di gedung GBK, Ahad (8/2/2026) siang.
“Bahkan pagi saya buka WA perjalanan ke sini saya juga mendapat kiriman video dari mantan diplomat senior Indonesia yang isinya kekerasan itu. Saya dengan sangat prihatin menjawab memang masih banyak masalah dunia pendidikan kita,” terang Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa penyelesaian masalah kekerasan memerlukan kerjasama dari seluruh elemen bangsa. Ia mencontohkan peran MBS Klaten dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak mulia.
“MBS Klaten telah melahirkan para hafidz dan hafidzah yang mereka tidak hanya generasi yang hafal Qur’an, tapi juga generasi yang insyaallah hadir di tengah masyarakat dengan akhlak yang Qur’ani. Ini sumbangan yang sangat penting di tengah persoalan yang kita hadapi menyangkut moralitas generasi bangsa, khusunya generasi Z dan generasi Alfa,” papar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, cahaya Al-Qur’an diharapkan dapat memajukan tidak hanya umat Islam, tetapi juga seluruh umat manusia. Menghafal Al-Qur’an adalah langkah penting, namun memahami, mengamalkan, dan mendakwahkannya juga sama pentingnya.
“Bagaimana dengan Al Qur’an itu tidak hanya umat Islam yang maju tapi umat manusia juga maju. Menghafalkan Al-Qur’an itu penting dan utama, tapi proses selanjutnya memahami, mengamalkan dan mendakwahkan itu juga penting,” kata Abdul Mu’ti.
Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Klaten, Iskak Sulistya, menjelaskan bahwa sebanyak 310 santri diwisuda pada acara tersebut. Di tengah ketatnya kompetisi pendidikan, sekolah Muhammadiyah terus berupaya menjadi teladan.
Mudah-mudahan kita menjadi tuladha (teladan) dalam mengelola pendidikan,” ungkap Iskak. (Ym)






