Tekan Harga Pangan, Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar Selama Ramadan

Perum Bulog membangun kios khusus di ratusan pasar sebagai perpanjangan tangan distribusi stok pangan. Hal ini dilakukan demi mempermudah pengecer memperoleh pasokan sehingga diharapkan bisa menekan kenaikan harga pangan selama bulan Ramadan 2026 dan Idulfitri.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan langkah tersebut diambil setelah sejumlah inspeksi pasar menemukan indikasi kenaikan harga, terutama minyak goreng dan cabai.

Melalui skema baru ini, Bulog akan menyalurkan stok langsung ke pasar agar pengecer tidak lagi bergantung pada gudang distribusi utama.

“Ke depan mungkin diambil langkah yang progresif, yaitu Bulog akan diberikan ruangan, satu ruangan atau los ataupun kios di masing-masing pasar sebagai perpanjangan tangan gudang Bulog. Sehingga para pengecer tidak lagi harus membeli minyak maupun beras maupun gula langsung ke gudang Bulog, tapi cukup dengan kios yang ada di masing-masing pasar,” ujar Rizal di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Sabtu (21/2).

Baca juga  Sambut Liburan Sekolah, Tiket KAI Diskon 30 Persen

Ia menjelaskan keberadaan kios tersebut diharapkan mempercepat proses pembelian, mempermudah akses pasokan, serta mengurangi biaya distribusi bagi pedagang.

Dengan stok yang tersedia langsung di pasar, pengecer juga diharapkan tidak lagi memiliki alasan mengerek harga karena kesulitan memperoleh barang.

Rizal mengatakan program tersebut akan dimulai sebagai proyek percontohan di 146 pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya di Jakarta.

Kios Bulog nantinya akan menyediakan komoditas seperti beras, minyak goreng Minyakita, dan gula bagi pengecer yang telah direkomendasikan oleh pengelola pasar dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) sesuai ketentuan distribusi pangan.

Selain membuka kios distribusi, Bulog bersama Pasar Jaya juga menyiapkan langkah lain untuk pengendalian harga, yakni memasang papan informasi harga komoditas di pasar.

Baca juga  Rupiah Makin Merosot, Rp17.966 per Dolar AS

Daftar harga tersebut akan menampilkan harga acuan berbagai bahan pokok seperti beras, Minyakita, gula, dan tepung agar pedagang tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan pemerintah (HAP). Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *