Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) mendorong umat Islam untuk memperkuat sektor perekonomian dan pendidikan fondasi kemajuan bangsa.
Menurutnya, dua sektor tersebut jika dikuasai maka menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.
Hal itu JK sampaikan saat menjadi salah satu pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026).
Dalam paparannya, ia mengatakan setelah lebih dari tujuh dekade merdeka, Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kemandirian ekonomi. Menurutnya, hal tersebut menandakan bahwa kekuatan ekonomi bangsa termasuk umat Islam, sebagai mayoritas penduduk Indonesia masih lemah.
Ia membandingkan ekonomi Indonesia dengan sejumlah negara tetangga seperti Singapura, yang disebut 20 kali lipat lebih besar dari Indonesia. Padahal Indonesia memiliki sumber daya alam lebih melimpah dan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.
“Ini menunjukkan bahwa ekonomi umat Islam lemah, padahal kita ini 87 persen. Mari kita fokus,” kata JK di hadapan peserta Kongres yang terdiri ulama dan tokoh dari berbagai organisasi keagamaan. JK menegaskan bahwa penguatan ekonomi sejatinya memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Menurutnya, Nabi Muhammad telah memberikan teladan sebagai pedagang jauh sebelum mendapatkan mandat kerasulan.
“Saya sering katakan, Rasulullah saja dari umur 14 hingga menjadi rasul itu berdagang. Beliau menjadi rasul itu usia 40 sampai 63 tahun. Jadi menguasai tijarah itu bagian dari sunnah,” tutur JK.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 itu pun menyoroti lemahnya pendidikan. Ia menilai, kemajuan suatu bangsa tidak pernah lepas dari penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, penguasaan tersebut haru sejalan dengan pembentukan akhlak agar kemajuan tersebut tidak menimbulkan malapetaka bagi banyak orang. Untuk itu, ia mendorong adanya keseimbangan antara ilmu agama, iptek sekaligus etika. “Karena agama memberikan akhlak yang baik, sementara ilmu pengetahuan bisa mendorong perekonomian kita,” pungkasnya. (Ym)






