Kemenag Siapkan 6.859 Masjid Jadi Tempat Transit Pemudik 2026

Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 6.859 masjid di seluruh Indonesia sebagai tempat singgah gratis bagi pemudik . Program ini diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, melalui Ekspedisi Masjid Indonesia 2026.

Program ini direncanakan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Idulfitri 1447 Hijriah. Masjid di jalur mudik difungsikan sebagai tempat transit yang buka 24 jam.

Rencana ini diungkapkan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat menerima audiensi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi, sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas kementerian untuk mudik yang aman dan nyaman

“Koordinasi internal juga dilakukan dalam rangka kesiapan masjid dari tingkat pusat hingga Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Baca juga  Pentingnya Standar Pengawasan Syariah di Layanan Kurban Digital

Masjid diharapkan dapat menyiapkan fasilitas yang mencakup ruang istirahat, toilet bersih, air wudhu, ruang laktasi jika memadai, air minum, pengisian daya ponsel gratis, serta area parkir yang aman dan tanpa biaya. Nasaruddin mengharapkan, bagi pemudik yang masih menjalankan puasa Ramadan, masjid juga diharapkan dapat menyediakan takjil. Pada malam hari, pengelola diimbau menyiapkan minuman hangat agar pengemudi dapat memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa, mencegah musibah karena kalau. Sopirnya, ngantuk, dan nanti nabrak, kecelakaan banyak bisa terjadi,” katanya. Penggunaan mobil pribadi dan sepeda motor, terutama di jalur Pantura, Trans Jawa, dan Trans Sumatera, yang cukup tinggi, tingkat kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan yang perlu diantisipasi. Karena itu, masjid memiliki peran strategis bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai ruang pelayanan publik bagi khususnya para pemudik.

Baca juga  Menag Terima Kunjungan Dubes Qatar, Jajaki Kerja Sama Pengembangan SDM

Agar mudah dikenali, masjid yang berpartisipasi akan diberi penanda khusus di jalur utama sehingga pemudik dapat singgah tanpa ragu, ujarnya.

“Adanya program ini, dapat meniru masjid nabi, masjid juga menerima tamu baik muslim dan non muslim, jangan ada diskriminasi. Masjid harus jadi rumah besar kemanusiaan, dan sebagai strategi yang membantu kesuksesan manajemen mudik Lebaran,” pungkas Menag. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *