Mendag Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Ganggu Pasokan Pangan Dalam Negeri

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut konflik geopolitik di Timur Tengah hingga kini belum berdampak pada harga pangan di dalam negeri.

Ia memastikan harga dan pasokan sejumlah komoditas masih terpantau stabil di berbagai daerah.

“Kalau kita ngomongin dampak perang sebenarnya enggak mengganggu kita di dalam negeri, apalagi kontribusi terbesar terhadap PDB (produk domestik bruto) itu kan belanja dalam negeri. Nah, itu yang harus kita jaga momentumnya supaya tidak banyak terganggu dari perang ini,” kata Budi di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Budi mengatakan pemerintah terus memantau kondisi harga pangan menjelang Lebaran melalui sistem pemantauan harga Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan pengecekan langsung ke sejumlah daerah. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, harga bahan pokok masih dalam kondisi normal.

Baca juga  Hotel KHAS Surabaya Support Pameran Haji Expo 2026

“Kalau teman-teman lihat di SP2KP, kemarin saya ke Sulawesi, kemudian ke Pidie, Sigli di Aceh, lalu ke Tebing Tinggi di Sumatera. Pidie dan Tebing Tinggi ini wilayah yang terdampak banjir, tapi kami lihat harganya bagus, normal semua, pasokan juga enggak ada masalah,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi serupa juga terlihat di sejumlah kota lain seperti Makassar. Menurutnya, harga bahan pokok di pasar masih stabil sehingga harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah dinilai masih realistis.

Selain memantau harga pangan domestik, pemerintah juga mengantisipasi potensi gangguan perdagangan akibat konflik geopolitik global yang dapat mengubah peta perdagangan internasional.

Budi menjelaskan krisis geopolitik biasanya membuat rantai pasok global terganggu sehingga beberapa negara mengalami hambatan ekspor maupun impor. Kondisi tersebut justru dapat membuka peluang pasar baru bagi negara lain.

Baca juga  AHES Siapkan 1.900 Porsi Makanan Tiap Hari untuk Jemaah Haji

“Kalau krisis geopolitik itu biasanya merubah peta perdagangan. Ketika global supply chain terganggu, pasti ada negara yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya. Di situ sebenarnya ada celah pasar yang kosong,” kata Budi. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *