Travel Shafira Pastikan Keberangkatan Jemaah Umroh Aman dan Lancar Meski Konflik Timur Tengah

Travel haji dan umroh Shafira Tour & Travel memastikan operasional pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci tetap berjalan normal meski situasi di Timur Tengah sedang memanas akibat peperangan. Hingga saat ini, tidak ada satu pun grup jemaah Shafira yang terdampak oleh situasi tersebut.

CEO Shafira Tour & Travel, Danisa Saviera, menjelaskan bahwa seluruh maskapai yang digunakan pihaknya masih beroperasi secara rutin. Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi pun dilaporkan telah kembali ke tanah air dengan selamat.

“Sampai hari ini, setiap hari kami masih ada penerbangan ke Saudi. Justru ketika kami mewawancarai jemaah, pendapat yang muncul adalah mereka takut jika keberangkatan ditunda,” ujar Danisa saat memberikan keterangan media di Excotel Surabaya, Kamis (12/3).

Baca juga  KBIH yang Pungut Biaya Tambahan Kepada Jemaah Bakal Ditindak Tegas

Menurut Danisa, pihak travel tidak memiliki wewenang untuk menunda keberangkatan selama tidak ada larangan resmi (travel warning) dari negara tujuan maupun pihak maskapai. Ia menekankan bahwa Shafira memprioritaskan penggunaan penerbangan langsung (direct flight) seperti Garuda Indonesia, Saudi Airlines, dan Lion Air.

“Penerbangan direct tidak terdampak karena tidak melewati area terlarang atau zona rudal. Berbeda dengan maskapai transit seperti Qatar Airways, Oman Air, atau Emirates yang harus membatasi jadwal karena melintasi negara asal mereka,” jelasnya.

Selama dua pekan terakhir, Shafira Tour & Travel telah memberangkatkan hampir 10 grup jemaah. Danisa meyakini bahwa sistem keamanan di Arab Saudi, khususnya di Mekah dan Madinah, sangat terjamin dan menjadi prioritas perlindungan negara tersebut.

Baca juga  Ustad Derry Sulaiman Support Mahya Travel, Begini Pesannya untuk Calon Jemaah Haji Umrah

Terkait kekhawatiran jemaah, Danisa mengimbau agar calon jemaah tetap optimis dan mengikuti jadwal yang ada. Namun, bagi jemaah yang merasa kurang nyaman dan tetap ingin menunda, disarankan segera berkoordinasi dengan pihak travel untuk mencari solusi terkait pengembalian dana sesuai syarat dan ketentuan.

“Jangan beranggapan bahwa kondisi force majeure otomatis membuat uang kembali 100 persen, karena dana tersebut sudah tersalurkan ke vendor seperti pesawat dan hotel. Travel yang baik akan membantu memperjuangkan hak jemaah dan memastikan keselamatan mereka sebagai prioritas utama,” pungkas Danisa. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *