Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim akan menutup puluhan perlintasan kereta api sebidang di Jatim guna mencegah kecelakaan yang berakibat korban meninggal sia-sia.
Hal di atas diungkapkan DR. Nyono ST., MT., Kepala Dishub Jatim saat meninjau perlitasan kereta api sebidang JPL 44 Lawang – Singosari.
“Yang memenuhi syarat dipasang palang perlintasan, kita akan pasang. Tapi yang lebarnya kurang dari 1,5 meter kita tutup saja. Ketimbang banyak korban jiwa,” kata Nyono Selasa (17/3).
Nyono menyebutkan, guna menekan angka kematian sia-sia akibat kecelakaan di lintasan kereta api, maka negara harus hadir didalamnya. Salah satunya, dengan membangun palang perlintasan kereta api.
Sampai saat ini, lanjut Nyono, Pemprov Jatim melalui APBD telah membangun sedikitnya 136 palang pintu di 136 perlintasan sebidang di Jatim. Sisanya yang belum dibangun ada dikisaran 113 perlintasan sebidang.
“Tetapi tidak semua akan kita bangun. Perlintasan sebidang yang lebarnya tidak memenuhi syarat akan kita tutup,” kata Nyono dengan menyebut prestasi Pemprov Jatim membangun palang perlintasan Gubernur Jatim diganjar MURI untuk kategori Gubernur membangun perlintasan terbanyak di Indonesia.
Sebelum mengakhiri kunjungannya di JPL 44 Lawang – Singosari, Nyono berkesempatan menyampaikan santunan untuk para pejuang keselamatan yang sehari-hari menjaga palang pintu JPL 44.
“Semoga tidak ada lagi korban jiwa sia-sia,” pungkas Nyono. Bg






