Setjen Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mulai menerapkan efisiensi energi lewat kebijakan hemat penggunaan BBM dan pembatasan penggunaan listrik di tengah krisis imbas konflik di Timur Tengah.
Kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, yang terdiri atas Gedung MPR RI/DPR RI/DPD RI, memberlakukan pemadaman listrik demi mendukung upaya efisiensi energi yang dilakukan pemerintah.
Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengatakan pemadaman listrik dilakukan di semua ruang kerja dan ruang rapat setiap pukul 18.00 WIB hingga pagi. Menurut dia, petugas yang mengelola gedung-gedung di DPR akan mengontrol penggunaan listrik itu.
“Pokja (kelompok kerja) bagian gedung akan kontrol untuk penggunaan listrik juga AC,” kata Indra kepada media Jumat (27/3).
Selain itu, dia mengatakan pihaknya juga memberlakukan penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan-kendaraan yang digunakan oleh pejabat Sekretariat Jenderal DPR RI, mulai dari eselon 3 hingga eselon 1.
“Kami fokus pada ASN (aparatur sipil negara). Jadi, saat ini sementara setiap minggu dikurangi jatah BBM-nya 1 hari,” kata dia.
Dia mengatakan penghematan itu akan efektif diberlakukan pada Senin (30/3), ketika semua pejabat Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI sudah lengkap. Namun sebelumnya pihak Biro Umum Setjen DPR RI juga sudah mengkalkulasi kebijakan penghematan itu. Bg






