Khofifah Ajak Muslimat NU Berperan Cegah Pernikahan Dini

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa mengajak Muslimat NU untuk turut mengambil peran dalam membantu pemerintah daerah mencegah pernikahan usia dini.

Saat pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama se-NTB di Mataram, Khofifah mengatakan bahwa pencegahan ini membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk ibu-ibu.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah persoalan sosial, khususnya pernikahan usia dini. Peran ibu-ibu sangat besar, tetapi ini juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya pada Ahad (5/4/2026).

Menurut Khofifah, ketahanan keluarga merupakan pilar utama menuju Indonesia Emas.

​”Keluarga adalah benteng pertama. Jika benteng ini rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Muslimat NU harus hadir untuk memastikan tradisi luhur tetap terjaga namun tetap mandiri secara ekonomi agar keluarga semakin berdaya,” ujarnya.

Baca juga  Gubernur Jatim Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Adha

​Khofifah mengingatkan pentingnya adaptasi digital bagi para kader Muslimat tanpa meninggalkan akar identitas sebagai santri. Kemandirian yang dimaksud mencakup kemandirian berpikir, perempuan dan perlindungan anak, bertindak, dan ekonomi, sehingga Muslimat NU mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di NTB.

Khofifah menekankan pentingnya penguatan dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga tindakan nyata.

“Dakwah bilisan sudah banyak dilakukan, tetapi dakwah bilhal harus kita kuatkan. Program vaksinasi, misalnya, adalah bentuk nyata dakwah bilhal,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, capaian vaksinasi di NTB telah mencapai 97 persen melalui program kerja sama dengan Global Alliance for Vaccination Indonesia (GAVI).

Selain itu, Muslimat NU juga mengembangkan program lingkungan melalui gerakan penanaman pohon berbasis pesantren. “Kami menyebutnya sebagai sedekah oksigen. Ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja,” kata Gubernur Jawa Timur ini.

Baca juga  Idul Adha 1447 H, KPPU Pastikan Stok Sapi dan Kambing di Jatim Aman

Khofifah juga mengajak seluruh anggota Muslimat untuk terus menjaga nilai-nilai tradisi dan mendorong peradaban yang damai di tengah dinamika global.

“Jika konflik dibalas dengan konflik, tidak akan ada yang menang. Karena itu, perempuan, termasuk Muslimat, harus ikut menyuarakan perdamaian hingga ke tingkat internasional,” katanya.

Sementara itu, Prof Masnun Ketua PWNU NTB, mengapresiasi kiprah Khofifah yang dinilai menjadi teladan bagi perempuan. “Beliau adalah uswatun hasanah bagi kita semua. Kiprahnya membuktikan bahwa perempuan memiliki peran besar dan kesempatan yang sama dalam membangun peradaban,” ujarnya.

Ia juga menegaskan perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan. “Perempuan bukan hanya pelengkap, tetapi memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membangun dunia,” katanya.

Baca juga  Gubernur Khofifah Kukuhkan Shodiqin Jadi Kaper BKKBN Jatim, Fokus Tekan Pernikahan Dini

Lalu Muhamad Iqbal, Gubernur NTB, menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga di tengah perubahan sosial. Menurutnya, berbagai persoalan sosial seperti pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba berakar dari melemahnya nilai keluarga.

Ia pun mengajak Muslimat NU menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga. Seruan tersebut disambut antusias oleh ratusan peserta yang hadir. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *