Menteri LH Sebut Penanganan Sampah Laut Biayanya Mahal

Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengakui penanganan sampah laut bisa mahal biayanya. Hal ini karena sampah laut sulit ditangani, terutama di area laut Indonesia yang luas dan banyak kepulauan.

“Kalau sudah di laut (sampah), ini urusannya jadi mahal dan tidak karu-karuan. Di insenerator enggak bisa, di ini enggak bisa, karena ada kandungan garamnya yang menyebabkan dioksidifuran, yang cukup potensial muncul saat dibakar,” ujar Hanif Ahad (5/4).

Hanif menjelaskan, pertambahan sampah di laut merupakan akibat dari tidak maksimalnya pengolahan sampah di daratan.

Ia mengatakan, di tingkat nasional, sampah yang diolah baru sekitar 25 persen. Adapun sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 60 persen.

Baca juga  BMKG Ungkap Fenomena El Nino Hingga Kemarau Panjang, Dimulai Agustus

Jadi, ada 40 persen sampah yang masih terbuang di daratan. Sampah-sampah ini kemudian lari ke laut melalui muara sungai.

“Bapak Presiden minta sampah di darat selesai pada 2029. Sementara capaian sampah nasional hari ini baru 25 persen yang diolah. Jadi, masih ada 75 persen yang harus kita kejar dalam tiga tahun terakhir ini,” ujar Hanif.

Hanif melanjutkan, pihaknya akan fokus terlebih dahulu di darat, baru kemudian akan menangani sampah di laut. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *