Haedar Nashir Resmikan 6 Amal Usaha Muhammadiyah di Surabaya

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir resmikan peremajaan gedung enam Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng, Kota Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

Keenam AUM yang diresmikan ini antara lain MI Muhammadiyah 5 Surabaya, SMP Muhammadiyah 3 Jojoran Surabaya, Masjid Muhammadiyah Al Muhajirin, Masjid Baiturrahman Gubeng, Gedung Dakwah PC ‘Aisyiyah Gubeng, dan TK ABA 32 Surabaya.

Apresiasi diberikan Haedar kepada PCM Gubeng. Berbagai capain yang dilihat hari ini tidak datang tiba-tiba, melainkan energi bersambung sejak perintis organisasi ini memulai gerakan amal salih dengan aksi nyata.

Gerakan amal salih yang dilakukan warga Muhammadiyah tak cukup hanya ada, tapi bersambung dan menjadi yang terbaik. Warga Muhammadiyah adalah umat yang spesial karena memikul amanah mulia untuk mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.

Baca juga  Ketum Muhammadiyah Kukuhkan Pengurus Pusat IPM, Dorong Perkuat Kaderisasi

“Mengajak kepada hal-hal yang ma’ruf dengan mendirikan sekolah, rumah sakit, menjaga lingkungan. Serta mencegah kemungkaran dengan cara dakwah,” katanya.

Haedar menjelaskan, cara dakwah yang dimaksud itu berangkat dari pemahaman surat An Nahl ayat 125. Sehingga, warga Muhammadiyah tidak boleh diam ketika ada AUM yang mangkrak atau tidak jalan menjadi aktif dan maju.

Membangun AUM menurutnya memiliki kisah dan proses sendiri-sendiri, tidak ada yang instan. Semua AUM tidak langsung jadi besar. Maka diharapkan kepada seluruh PCM untuk memiliki komitmen dan konsistensi dalam membangun.

Tak lupa, Haedar juga berpesan kepada guru-guru Muhammadiyah– termasuk orang tua untuk menjaga anak-anak generasi penerus yang saat ini memiliki banyak tantangan, terlebih adanya media sosial.

Baca juga  PCNU Surabaya Ajak Pemkot dan DPRD Bersinergi Atasi Permasalahan Umat

“Di tangan guru itu, masa depan anak ada kita. Tapi orang tua juga harus hadir, jangan ada masalah lalu melempar tanggung jawab ke guru, tanpa melakukan introspeksi,“ imbuhnya.

Haedar berpesan, dalam membangun generasi unggul tidak bisa dilakukan sendiri oleh institusi pendidikan formal, melainkan harus dilakukan secara sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.

Sementara, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, Sukadiono menceritakan punya kenangan khusus dengan PCM Gubeng. Cabang ini jadi tempat awal dirinya menginjakkan kaki dan mengabaikan diri di Muhammadiyah Surabaya.

“Saya juga pernah menjadi anggota PCM Gubeng sejak 1995 sampai tahun 2000, saya pernah menjadi bendahara PCM,” ungkapnya.

Dirinya mengapresiasi segala capaian yang berhasil diraih PCM Gubeng saat ini. Dia melihat banyak akselerasi kemajuan yang dilakukan AUM pendidikan di PCM Gubeng.

Baca juga  PCNU Surabaya Ajak Pemkot dan DPRD Bersinergi Atasi Permasalahan Umat

Salah capaian membanggakan adalah MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang awalnya berdiri di atas lahan sewa dan menumpang. Kini telah memiliki aset tersendiri di tengah-tengah Kota Surabaya, dan menjadi sekolah unggulan. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *