760 Jemaah Haji Kloter 1–2 Probolinggo Tiba di Asrama Haji Surabaya

Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) mulai menerima kedatangan gelombang pertama jamaah calon haji (JCH) asal Jawa Timur, Selasa (21/4). Sebanyak dua kelompok terbang (kloter) awal yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kota Malang, dan Kota Surabaya tiba dengan total 760 jamaah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, Moh. As’adul Anam, mengatakan proses penerimaan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Ini ada dua kloter, kloter 1 dan kloter 2, masing-masing 380 jamaah. Totalnya 760 jamaah,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Surabaya.

Setibanya di asrama, para jamaah langsung menjalani serangkaian proses administrasi. Tahapan tersebut meliputi pemeriksaan akomodasi, pembagian gelang identitas dan paspor, hingga aktivasi layanan Nusuk. Untuk kloter 1, proses dilakukan di Gedung Mina, sementara kloter 2 di Gedung Muzdalifah.

Baca juga  Nekad Pergi Haji Tanpa Visa Resmi, Bisa Di-blacklist Saudi 10 Tahun

Menurut Anam, kondisi kesehatan jamaah pada gelombang awal tahun ini relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari minimnya penggunaan kursi roda oleh jamaah.

“Kalau kita lihat, yang menggunakan kursi roda sangat minim. Tahun-tahun sebelumnya bisa di atas 10 sampai 15 orang,” katanya.

Ia menambahkan, ketatnya proses pemeriksaan kesehatan atau istitha’ah turut menekan jumlah jamaah berisiko tinggi, termasuk lansia. Meski demikian, sekitar 50 persen jamaah masih tergolong lanjut usia sehingga tetap memerlukan perhatian khusus selama pelaksanaan ibadah.

Dalam hal pelayanan, tahun ini terdapat sejumlah pembaruan, salah satunya aktivasi layanan Nusuk yang dilakukan sejak di asrama untuk mempercepat proses setibanya di Arab Saudi. Selain itu, pembagian biaya hidup (living cost) sebesar 750 riyal juga diberikan di lokasi yang sama.

Baca juga  Nabung 19 Tahun Hasil Jual Pisang, Nenek Asniah Pergi Haji

Pihaknya menargetkan seluruh proses administrasi dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 hingga 2 jam. Namun, pada tahap awal masih terdapat penyesuaian teknis dengan berbagai pihak terkait.

“Kami berharap proses administrasi bisa selesai dalam satu setengah sampai dua jam. Karena ini kegiatan pertama, masih ada penyesuaian dengan imigrasi, Bea Cukai, perbankan, hingga syarikah,” jelasnya.

Selanjutnya, jamaah dijadwalkan mulai meninggalkan kamar pada Rabu (22/4) dini hari untuk diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandar Udara Juanda Surabaya.

Di sisi lain, petugas juga mengingatkan jamaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan. Beberapa di antaranya larangan membawa bahan berbahaya, narkoba, senjata tajam, serta pembatasan rokok maksimal dua slop dan power bank berkapasitas maksimal 10.000 mAh.

Baca juga  Jemaah Haji yang Berangkat dari Bandara Kertajati Meningkat, Capai 40 Kloter

“Kalau ada temuan barang yang tidak sesuai ketentuan, akan kami keluarkan,” tegas Anam. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *