Kemenhaj Kota Malang Apresiasi Edukasi Memilih Travel di Pameran Haji dan Umrah Majalah Nurani di Matos

Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Malang Dr Subhan MSi resmi membuka pelaksaan pameran haji dan umrah yang digelar Majalah Nurani di Malang Town Square (Matos), Rabu (22/4/2026).

Pameran ini berlangsung 5 hari, Rabu-Ahad 22-26 April 2026.

Subhan mengapresiasi adanya pameran ini karena mengedukasi masyarakat tentang cara memilih travel haji dan umrah yang benar kepada masyarakat.

Ia berharap travel peserta pameran juga mengambil peran edukasi itu agar masyarakat tidak terpedaya iming-iming haji langsung berangkat atau umrah harga murah.

“Karena masih ada masyarakat yang tertipu iming-iming daftar haji langsung berangkat. Termasuk edukasi biaya umrah agar tidak terjadi jemaah telantar di saudi, di emperan toko dan sebagainya. Jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Baca juga  Pameran Haji Umrah di Matos Malang 22-26 April 2026, Daftar 2 Gratis 1

Sementara itu Direktur Majalah Nurani Drs H Nur Cahya Jadi mengatakan, pada pameran kali ini ada 16 travel yang berpartisipasi, ada dari Surabaya, Jakarta dan sebagian besar dari Malang.

“InsyaAllah semunya punya legalitas,” terangnya dalam sambutan.

Lebih lanjut Nur Cahya Hadi memaparkan tujuan pameran ini adalah memberikan edukasi pencerahan kepada masyarakat agar mudah memilih dan memilah travel yang disesuaikan dengan keinginan dan budget keluarga.

Sekian itu, pameran ini memberikan kemudahan, mempertemukan antara travel dengan umat islam di Malang dan sekitarnya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh travel yang berpartisipasi, karena tanpa semua makanan acar ini tidak akan terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Abel Tour & Travel H Abdullah juga mengapresiasi pameran ini. Terlebih kehadiran kepala Kemenhaj Kota Malang bisa ikut memfasilitasi edukasi yang dilakukan oleh travel.

Baca juga  Kepala Kemenhaj Kota Malang Tinjau Stand Travel Pameran Haji Umrah Majalah Nurani 2026

“Mudah-mudahan dengan edukasi di pameran ini bisa mengurangi adanya jemaah yang tertipu umrah hingga telantar atau gagal berangkat. Kemehaj juga bisa terus menyampaikan kebijakan-kebijakan terbaru di Kemenhaj kepada travel,” pungkas ustad Abel, sapaan akrabnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *