Kecelakaan antar kereta api kembali terjadi.
Basarnas mengerahkan personel elit Basarnas Special Group (BSG) untuk menangani kecelakaan kereta yang melibatkan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2027) malam. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isroedin mengonfirmasi tim khusus tersebut sudah bergerak menuju lokasi untuk memperkuat tim dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi.
“Ya, personel Basarnas Special Group menuju lokasi mendampingi personel dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin malam.
Hingga berita ini diturunkan, laporan sementara mencatat adanya sejumlah korban dalam insiden tersebut. Berdasarkan data awal, terdapat empat orang korban dengan rincian satu orang petugas kebersihan (cleaning service) dan tiga orang penumpang dalam kondisi terjepit material kereta.
Selain itu, dilaporkan adanya 2 kru dan 4 orang lainnya dalam status meninggal dunia (MD), namun data ini masih terus diperbarui. Informasi terbaru masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Basarnas dan KAI.
Noer memastikan tim SAR yang dikerahkan ke Stasiun Bekasi Timur merupakan personel terlatih dengan kualifikasi khusus. Mereka, kata Noer, dibekali peralatan lengkap untuk melakukan ekstraksi pada kecelakaan transportasi darat.
“Kami belum menerima laporan final mengenai jumlah total korban secara rinci, namun tim di lapangan terus berupaya melakukan yang terbaik dengan berkoordinasi bersama pihak PT KAI,” katanya. (nch)






