Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyiapkan strategi berbeda, dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. Tahun ini, dua agenda unggulan, Festival Rujak Uleg, Rujak-Phoria dan Surabaya Vaganza: Festival of Lights, resmi masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), menguatkan daya saing Surabaya, sebagai destinasi event nasional.
Masuknya dua agenda tersebut menjadi bukti bahwa Surabaya, semakin serius mengoptimalkan sektor pariwisata berbasis event. Wali Kota Eri menegaskan, momentum ini akan dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Alhamdulillah, dua event HJKS masuk KEN. Ini menjadi kekuatan baru bagi Surabaya, untuk menarik wisatawan dan memperkuat identitas Kota Surabaya,” ujar Wali Kota Eri, Kamis (30/4).
Kedua event dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026, dengan penyesuaian waktu. Festival Rujak Uleg, Rujak-Phoria akan digelar pada 9 Mei di Surabaya Expo Center (SUBEC). Sementara itu, Surabaya Vaganza, Festival of Lights akan menempuh rute dari Jalan Pahlawan, menuju Balai Kota Surabaya, dengan kemungkinan berlanjut ke kawasan Bambu Runcing dan panggung utama, di Balai Pemuda.
Surabaya Vaganza yang semula direncanakan pada 2 Mei, kemudian dijadwal ulang menjadi 16 Mei, sebagai bentuk penyesuaian dengan momentum Hari Buruh Internasional, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung, lebih optimal dan nyaman bagi masyarakat.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengusung pendekatan wisata malam. Seluruh rangkaian acara akan berlangsung pada malam hari, menghadirkan pengalaman baru, bagi pengunjung sekaligus meningkatkan kenyamanan.
“Kita sengaja gelar malam hari, supaya masyarakat lebih nyaman dan bisa menikmati suasana yang berbeda,” katanya.
Daya tarik utama tertuju pada Surabaya Vaganza, Festival of Lights yang akan tampil dengan wajah baru, melalui perpaduan instalasi bunga dan permainan cahaya. Konsep ini diharapkan menciptakan pengalaman visual, yang lebih atraktif dan berkelas.
“Vaganza tahun ini tampil berbeda. Selain dimeriahkan dengan berbagai instalasi bunga, juga dipadukan dengan permainan lampu, sehingga menghadirkan daya tarik yang lebih kuat dan pengalaman baru, bagi pengunjung,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan atraksi, Pemkot juga memperkuat ekosistem pariwisata, melalui kolaborasi dengan agen perjalanan dan hotel. Wisatawan yang menginap di hotel mitra, akan mendapatkan paket bundling, termasuk tiket untuk menyaksikan kedua event tersebut.
Dengan strategi ini, Surabaya optimistis mampu mendongkrak kunjungan wisata, sekaligus perputaran ekonomi daerah. HJKS ke-733 pun diarahkan menjadi momentum besar, untuk memperkuat branding kota di kancah nasional.
“Saya optimistis, seperti tahun sebelumnya, antusiasme pengunjung akan tinggi. Apalagi saat ini kami telah menjalin kerja sama, dengan berbagai agen perjalanan dan hotel. Wisatawan yang menginap di hotel mitra nantinya, akan mendapatkan paket termasuk tiket, untuk menyaksikan Surabaya Vaganza maupun Festival Rujak Uleg,” pungkasnya. (yunus)












