Operasional pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Surabaya hingga hari ke-12 dilaporkan berjalan lancar dan tepat waktu. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyatakan bahwa koordinasi lintas sektor yang kuat menjadi kunci utama kelancaran proses ini.
“Alhamdulillah, hingga hari ke-12 operasional, seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan tepat waktu. Pengisian kursi melalui mekanisme mutasi masuk juga berjalan baik sehingga dapat meminimalkan jumlah kursi kosong,” ujar As’adul Anam dalam keterangannya, Sabtu (2/5).
Anam menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jemaah, terutama terkait aspek kesehatan. Ia memastikan jemaah yang memiliki kendala kesehatan atau kondisi khusus mendapatkan penanganan optimal agar bisa segera diberangkatkan.
“Kami memastikan jemaah mendapatkan penanganan optimal sehingga dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan layak terbang,” tambahnya.
Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak 11 jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya sempat mengalami penundaan keberangkatan. Jumlah tersebut terdiri dari jemaah yang sakit, pendamping, serta jemaah dengan kondisi khusus. Sebagian dari mereka kini telah diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah dinyatakan memenuhi syarat (istithaah) kesehatan untuk terbang.
Sementara itu, untuk jadwal kedatangan di asrama pada Minggu, 3 Mei 2026, PPIH memprediksi sebanyak 1.140 jemaah akan tiba. Ribuan jemaah tersebut terbagi dalam tiga kloter yang berasal dari Kabupaten Gresik, Lamongan, Jombang, Mojokerto, Pasuruan, dan Kota Surabaya.
PPIH Embarkasi Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh jemaah selama proses pemberangkatan menuju tanah suci. Bg






