Sebagian Jemaah Haji Indonesia Masih Gaptek Gunakan Aplikasi Nusuk untuk Masuk Raudhah

Jemaah haji Indonesia selama berada di Madinah diupayakan untuk bisa mengunjungi Raudhah.

Raudhah merupakan tempat antara rumah dan mimbar Rasulullah yang disebut sebagai Taman Surga menjadi tempat ‘’wajib” untuk berdoa.

Untuk bisa mengunjungi Raudhah bisa dengan dua cara. Pertama mendaftar melalui kartu Nusuk yang dimiliki masing-masing jamaah, kedua melalui tasreh.

Namun, sebagian jemaah Indonesia mengalami kendala karena keterbatasan penggunaan telepon genggam.

‘’Jemaah kita ada yang memiliki telepon genggam, tetapi tidak bisa mendaftar karena gaptek. Ada pula yang tidak membawa teleppon seluler,’’ kata Koordinator Bimbingan Ibadah Sektor 3 Daker Madinah Miftahul Anwar, Ahad (10/5/2026) saat edukasi kepada kepada jamaah.

Baca juga  Kisah Dua Jemaah Haji Asal Kalteng Tertahan 5 Jam di Bandara Madinah Karena Visa Gagal Sistem

Sementara itu untuk tasreh sebenarnya bisa digunakan rombongan.

Hanya saja, lanjutnya, keluarnya tasreh ini tidak pasti Karena tergantung kebijakan dari pemerintah Arab Saudi.

Saat ini Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem digital.

Jemaah harus mendaftar lewat aplikasi Nusuk bagi jamaah yang ingin berkunjung mandiri.

Tanpa mendaftar di Nusuk, jemaah tidak akan mendapatkan barcode yang akan dipindai petugas di pintu masuk.

Tim Bimbad dari sektor dan kloter berkoordinasi agar semua jemaah yang berada di Madinah bisa mengunjungi Raudhah.

‘’Kami tidak menginginkan dalam satu kamar misalnya, berisi empat orang, tiga orang bisa berkunjung tiga-empat kali, namun satu orang belum sekalipun,’’ tuturnya.

Bimbad memberikan edukasi setiap hari kepada jamaah mulai bakda ashar hingga pukul 23.00.

Baca juga  DPR Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Layanan Makin Baik

‘’Sekitar 40 persen jemaah kita adalah lansia yang sebagian kesulitan dengan sistem digital. Karena itu, kami membantu mereka untuk bisa ke Raudhah. Bahkan kami menyosialisasikan adanya sedekah barcode.’’

Sedekah barcode tersebut adalah membagikan barcode kepada jamaah yang belum pernah ke Raudhah.

Jemaah bisa mendaftarkan lewat aplikasi Nusuk, setelah mendapatkan barcode disedekahlkan kepada orang lain.

‘’Jadi jemaah tersebut mendaftarkan dengan akun Nusuk, namun tidak dipakai untuk dirinya sendiri. Justru disedekahkan kepada jamaah lain karena dirinya sudah pernah ke Raudhah,’’ tuturnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *