Penjualan Hewan Kambing Kurban di Mojokerto Meningkat

Menjelang idul adha, penjualan hewan kurban, khususnya kmabingt, di Mojokerto cenderung meningkat.

Salah satunya di Dua Putra Farm di dusun Grogol Gede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Hingga kini kambing maupun domba di Dua Putra Farm sudah terjual sekitar 130 ekor. Angka itu relatif meningkat dari tahun lalu.

Pemilik Dua Putra Farm Decka Vertian Ginanjar (37) mengatakan, permintaan hewan kurban kambing dan domba cukup tinggi.

Untuk menunjang penjualan, Decka memberikn sejumlah layanan gratis. Salah satunya gratis biaya pemeliharaan kambing maupun domba sampai hari H idul Adha.

“Jadi katakanlah dia beli sebulan sebelum idul adha, biaya pemeliharaan gratis, dan gratis ongkos kirim untuk wilayah Mojokerto dan sekitarnya hingga krian,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Baca juga  Wabup Mojokerto Dorong Inovasi dan Potensi Desa di KDKMP

Layanan lainnya, untuk pembelian di atas 5 ekor itu akan mendapatkan souvenir. Selain itu, kebersihan hewan ternak juga sangat diperhatikan.

“Kita mandikan ternaknya, jadi orang itu senang jika kambingnya bersih, mereka senang “kendaraan” akhiratnya sebelum disembelih itu bagus. Kita juga jaga kualitas di penggemukannya,” ujarnya.

Dalam perawatan kambing dan domba, Decka rutin memberi makan 2 kali sehari, Pagi pukul 07.00 WIB dan sore pukul 16.00 WIB. Makanannya juga berkualitas seperti konsentrat, polar, bikin jagung dan sebagainya.

“Rata-rata usia kambing udan domba siap untuk kurban, ada yang umur 1 tahun, 1,5 tahun maupun 2 tahun. kita tetap mengedepankan syariat islam,” tegasnya.

Sementara untuk harga, Dua Putra Farm menyediakan sejumlah pilihan harga mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 4,5 juta, tergantung ukuran. Konsumen rata-rata dari wilayah Mojokerto, jombang, krian,

Baca juga  Bupati Mojokerto Intruksikan Perangkat Desa hingga Kecamatan Kawal Program Pembangunan

“Harga paling laku Rp 3,5 juta untuk kambing, dan Rp 2,5 juta untuk domba. Alhamdulillah bisa dibilang 70 persen sudah laku, Mudah-mudahan sampai hari H yang 30 persennya laku, artinya 100 persen habis,” terangnya.

Ditambahkan Decka, untuk harga tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Ia memilih melakukan pemasaran secara online maupun offline.

“Orang sekarang tidak datang, cenderung WA dan transfer, kita genjot di online. Juga penjualan offline dari mulut ke mulut. Sekarang hampir 200 ekor habis. Tahun kemarin laku sekitar 170 ekor,” ujarnya.

“Konsumen kami senang dengan kambing jenis PE (peranakan etawa). Dianggap lebih ganteng dan lebih tinggi,” pungkas Decka. (Ym)

Baca juga  Pemkot Mojokerto Gelar Job Fair 2026, Sediakan 1.200 Lowongan Pekerjaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *