Rupiah Makin Ambruk, Rp 17.668 per Dolar AS Hari Ini

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.668 per dolar AS pada perdagangan Senin (18/5) sore. Mata uang Garuda melemah 71 poin atau 0,40 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,21 persen, dolar Singapura terapresiasi 0,12 persen, dan won Korea Selatan naik 0,11 persen.

Sementara itu, peso Filipina melemah 0,01 persen, yen Jepang turun 0,09 persen, serta ringgit Malaysia terdepresiasi 0,52 persen. Adapun dolar Hong Kong bergerak stabil terhadap dolar AS.

Mata uang utama negara maju juga bergerak variatif. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,31 persen, dolar Australia terapresiasi 0,10 persen, dolar Kanada naik 0,09 persen, serta franc Swiss menguat 0,25 persen terhadap dolar AS.

Baca juga  Presiden Prabowo Minta Semua Pihak Tak Kawatir Nilai Tukar Dolar AS Kian Naik

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan dolar AS dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi global akibat lonjakan harga minyak dunia di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah.

Menurutnya, kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

“Penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang didorong tingginya harga minyak. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama,” ujarnya Senin (18/5).

Ia mengatakan pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik setelah upaya mengakhiri konflik AS-Iran dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan. Bg

Baca juga  Sinergi Ekonomi, PCNU dan Kadin Surabaya Berkomitmen Bangun Kemandirian Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *