Mendikdasmen dan Khofifah Lepas Ribuan Lulusan SMK Kerja Magang ke Luar Negeri

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas keberangkatan 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan LKP untuk bekerja serta magang di luar negeri di Islamic Center Surabaya pada Rabu (20/6).

Program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tersebut menyasar berbagai negara tujuan penempatan seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, Thailand, hingga Turki.

“Program tersebut, dijalankan melalui kemitraan dengan perusahaan dan berbagai agensi di dalam maupun luar negeri,” kata Abdul Muti.

Baca juga  Haflatul Wada’ SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo Jadi Ajang Pelepasan, Doa dan Penguatan Masa Depan Lulusan

“Mereka bisa belajar di SMK selama tiga tahun, kemudian menambah satu tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan dan berbagai agensi,” sambungnya lagi.

Secara keseluruhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat total peserta magang dan pekerja dari wilayah tersebut mencapai 4.920 orang yang terdiri dari 3.186 peserta magang kerja serta 1.734 pekerja migran.

Negara tujuan penempatan paling dominan bagi para peserta adalah Jepang yang mencapai 1.216 orang, kemudian disusul oleh Korea Selatan sebanyak 460 orang untuk mengisi berbagai sektor mulai dari manufaktur, perhotelan, kesehatan, hingga

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa penguatan kualitas pendidikan kejuruan terus diakselerasi agar para lulusan memiliki daya saing tinggi.

Baca juga  Kemendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1, Siapkan Lulusan Tembus Pasar Kerja Global

“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan bahwa program ini menjadi pembuktian kemampuan adaptasi serta kualitas dari sekolah-sekolah kejuruan yang ada di wilayah Jawa Timur dalam menyuplai tenaga kerja terampil di skala internasional.

Ini menunjukkan bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” kata Khofifah.

Gubernur Jatim tersebut juga mengingatkan para siswa mengenai pentingnya penguasaan kompetensi keahlian serta etos kerja selama bertugas di negara tujuan penempatan.

Baca juga  Arcadia 37 Resmi Dilepas, SMAYDAS Antar Lulusan dengan Haru dan Prestasi Membanggakan

“Mereka berpotensi bekerja di beberapa sektor seperti manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi dan logistik,” ungkap Khofifah. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *