Wabup Mojokerto Apresiasi Mahasiswa Muhammadiyah Salurkan Kambing Kurban di 6 Desa

Wakil Bupati (Wabup Mojokerto Muhmamad Rizal Octavian mengapresiasi bakti sosial Ikatan mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya yang membagikan 6 ekor kambing kurban untuk sejumlah desa di Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan tersebut digelar secara seremonial di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Mojokerto, Senin (25/5/2026) sore.

Wabup Rizal menilai bahwa aksi tersebut mencerminkan semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Wabup Rizal, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), yang telah menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan bakti sosial.

Baca juga  DPRD Kota Mojokerto Godok Tiga Raperda Inisiatif untuk 2026

“Bakti sosial Idul Adha menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat berbagi melalui berbagai kegiatan kemanusiaan seperti penyaluran hewan kurban, santunan anak yatim, pengobatan massal, dan pembagian sembako. Ini adalah wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan empati di tengah masyarakat,” ujarnya.

Adapun penyaluran hewan kurban dilaksanakan di enam titik wilayah Kabupaten Mojokerto, yakni Desa Rejosari Kecamatan Jatirejo, Desa Gumeng Kecamatan Gondang, Dusun Gelagah Desa Banyulegi Kecamatan Dawarblandong, Dusun Made Desa Pacet Kecamatan Pacet, Dusun Nawangan Desa Tawangrejo Kecamatan Jatirejo, serta Desa Purworejo Kecamatan Pungging.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah komisariat IMM dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) serta Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang diterjunkan langsung ke lokasi sasaran untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.

Baca juga  Rangkaian Hari Jadi Ke-733 Kabupaten Mojokerto, Bupati Gus Barra Musnahkan 11 Juta Batang Rokok Ilegal

Dalam sambutannya,
Lebih lanjut, Wabup Rizal menegaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan penguatan karakter mahasiswa melalui Trilogi IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa aksi turun ke desa oleh mahasiswa sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 melalui visi Catur Abhipraya Mubarok. Visi tersebut bertumpu pada empat pilar utama, yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, pencetakan SDM yang tangguh dan berkarakter, kemandirian ekonomi berbasis desa (BUMDesa dan UMKM), serta pemerataan infrastruktur penunjang ekonomi rakyat.

Ia menegaskan bahwa seluruh agenda pembangunan tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk dengan dunia akademik.

Baca juga  Mojo Indah jadi Ekosistem Inovasi di Kota Mojokerto, Tembus 276 Inovasi

“Seluruh rancangan pembangunan ini tentunya membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi seluruh unsur, tidak terkecuali akademisi, salah satunya bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Dr. Muhammad Anas, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mojokerto Dr. Nurwiji, perwakilan perangkat daerah terkait, serta unsur organisasi otonom Muhammadiyah seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IMM, dan IPM. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *