Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surakarta menyelenggarakan “Pengajian Hari BerMuhammadiyah” di Gedung Dakwah Balai Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti.
Dalam kesempatan tersebut, Mu’ti yang juga merupakan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas capaian pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Kota Surakarta yang dinilainya berhasil menunjukkan kualitas dan daya saing di tingkat nasional.
Menurutnya, sejumlah sekolah Muhammadiyah di Surakarta berhasil mencatatkan prestasi membanggakan, baik dari sisi capaian akademik maupun hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Sekolah-sekolah di Solo ini alhamdulillah banyak yang masuk ranking nasional dan TKA-nya termasuk yang terbaik. Jadi saya merasa sangat berbahagia karena Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PDM dan PDA) Surakarta banyak prestasinya,” ujar Mu’ti pada Ahad, (31/5/2026).
Meski demikian, Ia mengingatkan bahwa dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, khususnya terkait mutu pembelajaran yang tercermin dari hasil TKA pada jenjang sekolah dasar dan menengah pertama yang di beberapa daerah belum mencapai target yang diharapkan.
Mu’ti menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah fenomena learning loss atau learning poverty yang terjadi sebagai dampak jangka panjang pandemi COVID-19. Pada masa pandemi, proses pembelajaran mengalami banyak keterbatasan sehingga berpengaruh terhadap kemampuan dasar peserta didik, terutama dalam bidang literasi dan numerasi.
“Jadi di masa-masa itu, bahkan di lingkup internasional, ada istilah schooling without learning. Ketoke sekolah tapi ora tau sinau,” ungkap Mu’ti.
“Jadi hal inilah yang turut berkontribusi terhadap rendahnya literasi dan numerasi. Maka kita harus terus bersama-sama menyelesaikan permasalahan ini,” tambahnya.
Dalam pengajian yang dihadiri ribuan jamaah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Se-Kota Surakarta tersebut, Mu’ti juga mengajak untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam membangun kemajuan pendidikan. Mengutip Surah Ar-Ra’d ayat 11, ia menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri melalui pembaruan cara berpikir dan cara bertindak.
Karena itu, ia mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk mengembangkan growth mindset, yakni pola pikir yang memandang setiap tantangan sebagai peluang untuk bertumbuh dan setiap pencapaian sebagai modal untuk meraih hasil yang lebih baik.
“Growth mindset adalah pandangan positif yang melihat setiap capaian sebagai modal untuk menjadi lebih baik, bukan sebagai kegagalan. Terus berbuat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan dengan semangat untuk terus melesat dan tidak tertinggal,” jelasnya.
Terakhir, Mu’ti menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Muhammadiyah merupakan amanah yang harus dijaga melalui peningkatan kualitas organisasi, pendidikan, dan amal usaha secara berkelanjutan.
Menurutnya, Muhammadiyah harus terus memperkuat kemandirian dan menjadi teladan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Dengan cara demikian, insyaallah kita akan terus menjadi organisasi yang mandiri, yang bisa menjadi uswah dan qudwah (teladan dan panutan) dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam masalah-masalah keagamaan, tapi juga dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan penyelenggaraan amal usaha,” pungkasnya. (Ym)








