Bentuk Wirausahawan Muda, Pemkot Mojokerto Gelar Youth Entrepreneur Coaching

Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menggelar Youth Entrepreneur Coaching dengan menghadirkan pengusaha waralaba nasional Owner Baba Rafi sebagai narasumber inspiratif di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto ini diikuti sekitar 120 pemuda dan pelaku usaha muda.

Youth Entrepreneur Coaching digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan jiwa kewirausahaan pemuda melalui pemberian motivasi, pengetahuan, wawasan, serta pengalaman langsung dari pelaku usaha yang sukses. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan pola pikir kreatif, inovatif, dan adaptif, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat relevan dengan tema Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto tahun 2026, yakni “Daya Saing Sumber Daya Manusia yang Kuat, Menuju Pembangunan Inklusif Berkelanjutan.”

Baca juga  Hari Donor Darah Sedunia, Wali Kota Mojokerto Ajak Jadikan Gerakan Kemanusiaan Berkelanjutan

“Fokus kita memang pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Maka tepat sekali jika rangkaian Hari Jadi ke-108 ini ada Youth Entrepreneur Coaching karena sangat relevan dengan tema hari jadi tahun ini. Kami ingin para pemuda Kota Mojokerto yang punya minat berwirausaha semangatnya semakin kuat, sehingga bisa gas semakin kencang,” tuturya.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita juga menyoroti perjalanan Owner Baba Rafi yang memulai usaha sejak usia 19 tahun. Bahkan, salah satu peserta coaching diketahui telah merintis usaha sejak usia 16 tahun.

“Artinya, untuk memulai menjadi wirausaha tidak harus menunggu dewasa. Kadang-kadang justru ada anak-anak usia sekolah dasar yang jiwa kewirausahaannya sudah terlihat,” katanya.

Baca juga  Suasana Haru dan Syukur Warnai Kepulangan 222 Jemaah Haji Kota Mojokerto

Sebagai kepala daerah, Ning Ita sapaan Wali kota menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan perekonomian daerah, salah satunya dengan mendorong masyarakat usia produktif menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

“Usia produktif itu 15 sampai 64 tahun. Semua harus kita dorong menjadi warga yang produktif dan mampu menghasilkan secara ekonomi. Menghasilkan tidak harus selalu dilihat dari ijazah atau latar belakang pendidikan, dan tidak harus menjadi pegawai,” tegasnya.

Selain membangkitkan semangat kewirausahaan, Ning Ita juga mengajak para peserta yang telah memiliki usaha untuk turut menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang valid.

“Jangan khawatir, ini tidak ada hubungannya dengan perpajakan. Data yang diberikan juga dilindungi. Fungsi sensus ini adalah memotret kondisi perekonomian bangsa yang sesungguhnya sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan,” pesan Ning Ita.

Baca juga  Tegaskan Sinergi Legislatif dan Eksekutif, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-108 Kota Mojokerto

Di akhir kegiatan, Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada Owner Baba Rafi yang telah berbagi pengalaman dan menginspirasi para peserta.

“Terima kasih kepada Owner Baba Rafi yang sudah berbagi cerita dan menginspirasi para entrepreneur muda. Bagi yang belum memiliki usaha, setelah kegiatan ini semoga segera berani membuka usaha. Dengan begitu kita bisa membangun Kota Mojokerto menjadi lebih maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Inilah implementasi Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108, semakin maju dan semakin sejahtera,” pungkasnya.

Selain mengikuti sesi coaching, para peserta juga dapat memanfaatkan layanan pengurusan perizinan usaha secara langsung, termasuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai langkah awal untuk mengembangkan usaha secara legal dan profesional. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *